Wednesday, July 22, 2020

Mengarang Cerita (1)

Suatu ketika terjadi percakapan di sebuah tempat nongkrong khalayak muda.
Pembicaraan 2 orang ibu mengenai kegiatan "hangout time" yang akan mereka lakukan kelak saat membawa anak-anak mereka ke mall.
Ibu A      : "Nak , terserah mau kemana aja main-main, mau kelantai satu atau lantai atas, yang penting jangan lupa, kita nanti kumpul disini yaa, hidupkan sirine kalian yang udah mamak tempelkan dibaju kalian, jangan dimatikan"

Anak A1   : " Oke mak" (dalam hati semangat mau main rollercoaster).

Anak A2   : "Mana uang jajanku mak? aku mau beli es krim kon(read :cone) , mau beli 2."

Ibu A       : " Ini , bagi2 ya kalian." (sambil menyerahkan uang 100 rb)

Anak A1  : " kok dikit kali mak, nanti ga dibaginya aku "

Ibu A       : " Udahlah, habiskan itu dulu"
 Anak anakpun menunggu temannya, anak dari bu B yang adalah teman nongkrong mamanya.

Ibu B       : " Kau ingat ya nak, kalau mamak nanti telpon, angkat hpmu, udah kubuat timer disana , nanti langsung balik kau kesini, hidupkan terus "

Anak B     : " Kok pakai timer sihh, kalau gitu mamak nanti ngobrol pakai timer juga yaa biar sama kita ."

Ibu B       : "husss... ga boleh gitu, ingat-ingat ya dimana kau simpan hpmu, awas jatuh. Barang mahal itu."

Anak-anakpun sambil lari-lari menuju tempat bermain di lantai 3.
Kedua ibu tadi asik-asik minum kopi bareng dan makan friedchicken, seakan-akan hari ini tanpa teriakan dan rengekan anak-anak yang bersama mereka, menikmati cerita dai nostalgia sampai mengenai anak-anak mereka dan sampe lupa kalau anak-anak tadi mungkin saja sudah mematikan sirine waktu berkumpul mereka karena keasikan bermain .

Yang menulis karangan diatas memang bukan ibu-ibu tapi itu adalah gambaran dari beberapa karangan cerita kami saat nongkrong, nah kalau lagi saat ketemu teman dan membawa anak itu adalah kemungkinan yang lucu nya heheh masak pakai sirine yaa buat mengumpulkan anak, dikira pemadam kebakaran kali hehehe, terus pakai timer, dan dikasi uang jajan banyak, hehehe anak-anak pada dasarnya mah senang-senang aja dikasih uang jajan besar tapi itu tidak membuat mereka mendapatkan pendidikan karakter. Jadi gimana dong ?
Aku ceritakan sebuah cerita waktu aku kecil , dan ini yang dilakukan mamaku. Beliau tidak hanya membawaku tapi juga membawa perlengkapan mewarnai dan menulis serta makanan ringan sehingga saat beliau lagi cerita sama temannya , sembari melihat kearahku memastikan apakah aku masih semangat mewarnai atau ngantuk, atau bosan , dia tetap bisa melakukan yang dia suka (ketemu  dan cerita dengan teman) dan dia juga tetap bisa mengajariku untuk mengikuti arahannya . Dan kalau waktunya menikmati wahana permainan, dia pasti mendampingiku sampai aku selesai naik bebek-bebek goyang atau motor2ran goyang , permainan zaman doeloe.

Si anak tambah pinter mewarnai dan si ibu senang karena ketemu temannya. Jadi ga perlu sirine dan timer atau sogokan uang untuk membuat anak bahagia. Karena kebahagiaan anak adalah saat mereka diperhatikan dan diajarin orangtuanya.

Sampai ketemu di mengarang cerita berikutnya. hehehe


-karen-



Tuesday, July 21, 2020

Berapa Banyak Like-mu?

Haiii apakabar ??

Berapa banyak like postingan instajram-mu? atau berapa banyak like youtubemu? atau berapa banyak like facebookmu (yang masih pakai fb ☺☺ )
Hihihi ini pasti tidak asing lagi di telinga kita yaa.
Masa kini semua orang berlomba untuk mendapatkan like yang banyak dari berbagai media sosial yang kita miliki. Rasa kebahagiaan dihati jika mendapatkan banyak like dan mungkin saja bisa sampe teringiang-ngiang ga bisa bikin tidur hehehe, lebayyys.

Ya tapi itulah yang hari-hari ini terjadi, apakah aku mengalaminya ? tentunya ya, pasti setiap postingan yang kita buat kita pengen tahu balikan yang kita dapatkan berupa berapa yang view atau like. 

Nah ditambah lagi selama masa sekarang, dimana-mana semua menggunakan media sosial krn harus beraktivitas yang banyakan di rumah, dan tak banyak juga untuk mendapatkan simpati dan pengakuan dari sesama pengguna medsos. Apakah itu baik?
Nah baik atau tidaknya tergantung dari hatimu dan tujuanmu saat mempostingnya? iiiiih kok jadi ribet yak ? hehehehe, ya tapi itulah jika kamu lebih melihat jauh kedepan.
Apa motivasimu ?
Ya kalau motivasimu ingin memotivasi orang lain, ingin menawarkan produk , ingin membangun orang, ingin membantu orang lewat kata-katamu , ya baguss.
Nah kalau ingin menyindir, atau mengusik kehidupan orang lain ya mungkin dipikir baik-baik yaa , karena saya yakin kamu pasti tahu itu tidak bermanfaat.

Tapi ingat , banyaknya like di medsosmu bukan menentukan nilaimu. Kamu bisa kecewa bahkan ga bisa tidur jika berekspetasi akan banyak like yang kudapatkan jika aku menunjukkan foto ini atau itu.
Karena kita bernilai bukan apa yang kita posting , atau banyaknya like dari postingan itu tetapi kita bernilai karena apa yang Bapa kerjakan dan berikan dalam hidupmu.

Tanpa like dari orangpun kamu sudah ter-like  pake banget oleh Tuhan ditambah dengan emot senyumanNya yang bercahaya buatmu ☺☺☺, mau itu kamu posting kisah burukmu ke Dia, atau kisah lainnya yang dimata dunia ga keren dan ga bagus. BagiNya , kamu lebih dari postingan karena Dia mati buat mu bukan buat postingan atau hal hal yang kamu anggap membuat nilaimu tambah lewat like itu.

Like orang tidak bisa mengontrol hatimu tetapi kamu sangat bisa mengontrol hatimu untuk tetap netral dan mungkin saat kamu lihat wahhh dia (teman dekatmu, atau sahabtmu sekalipun, atau orang yang kau kasihi) tidak me-like postinganmu. Belajar untuk tidak kecewa karena bisa saja dia tidak me-like bukan karena dia ga suka samamu, atau benci samamu , ya bisa aja itu karena sesimpel dia ga pengen like atau mungkin karena dia ga juga suka sama dirinya sendiri jadi enggan menekan klik like.

Kamu buka chatime atau minuman koi yang disukai banyak orang  dan menyenangkan banyak orang sehingga di like berkali-kali. Tidak semua orang bisa menerimamu , ya bukan karena kenapa-kenapa ya karena itulah hidup di dunia ini.

Sering kali beberapa orang ga like punyamu karena mungkin kamu perwujudan kehidupan yang mereka inginkan untuk terjadi dalam hidupnya.

Blog yang kutulis disini, yang udah jarang diminati orang wkwkwk , sebenarnya bisa melihat berapa banyak yang view tulisanku, ga ada likenya hehehe kecuali kalau aku share ke fb ya ada yang like itupun di fb ehehhe. Apakah aku bersedih karena udah capek-capek nulis tapi ga di like ? hehehe mungkin 9 tahun lalu ada rasa itu bahkan terkadang muncul2 juga rasa itu tapi ya itu ga bisa menguasaiku. Karena sekarang aku tahu tujuanku untuk post tulisan di blog ini untuk menjadi berkat lewat tulisan dan  lewat semua sumber buku yang kubaca. Ya kalau ditanya, aku sekarang senang saja menulis, selain senang , ini juga sarana membantuku untuk lebih meningkatkan kapasitas bahasa dalam menulis karena aku juga masih terus belajar hehehe.
Jadi yang namanya apakah dilike orang ga nanti tulisanku? wkwkkw itu bukan sesuatu yang kunantikan lagi wkwkwk. Yaa terus aja menulis.


Seberapa like di medsos tidak menentukan siapa dirimu karena nilaimu ditentukan dari kasih Tuhan bagimu (ingat ini isi blog sebelumnya : 1 pet 1:18-19 --- keberhargaan atau nilai diri kita diberikan oleh Bapa di sorga), sebelum kamu mencoba untuk mencari tahunya , dan caramu melihat dirimu akan mempengaruhi caramu menghargai dirimu sendiri. Kalau mengharapkan keberhargaan dirimu dari like medsosmu, itu akan membuatmu kecewa pada akhirnya jika tidak sesuai ekspetasimu.

Kita perlu memiliki pengertian yang benar tentang nilai diri kita yang diberikan Tuhan sehingga tidak mengharapkan nilai-nilai lain  dari like yang membuatmu bahagia sementara.





Blessed u.
-karen-


Friday, July 17, 2020

Tanyakanlah sebuah pertanyaan

Ca : " Kak Karen, kok mulut kk kecil ?
Karen : hahahaha (ini pertanyaannya yang ditanyakan seorang anak sekolah minggu yang tidak ada kaitannya sama latihan waktu rekaman untuk vidio sekolah minggu waktu itu, padahal waktu itu kami lagi latihan gerakan, entah kenapa dia bertanya gitu hihihi) habis itu pas dirumah ku cek di kaca, iya juga yaa wkwkwkw.

Mungkin karena mukaku agak bulat dan cabi,. jadi ga seimbang dilihatnya kenapa mulutku kecil wkwkwkkw. Namanya juga anak-anak yaa, pasti menanyakan hal yang belum tentu dipikirkan orang dewasa. Baru dia kurasa yang bilang gitu selama ini, dan aku aja ga menyadarinya.

Untung dia ga tanya "apakah makanan berukuran besar bisa masuk ?"

hahahaha, puji Tuhannya ga ditanya itu.

kalau  misalnya ditanya, ya kujawab tentu saja bisa masuk karena mulutku agak berbeda, elastis kalau ada makanan wkwkkww.


Namun aku waktu itu jawab dengan senyum wkwkwkw, krn sejujurnya bingung mau jawab apa yang pas dan dia bisa ngerti ,yaa padahal kan jawabannya ya karena itu ciptaan Tuhan, dan dia pasti mengerti.

Nah setelah itu si adik tadi lanjut gerak-gerak, dan sebenarnya dia ga butuh jawaban yang penting  baginya , dia udah mencurahkan apa yang ingin ditanyakan.

Apakah kamu punya pertanyaan seputar kehidupanmu ? tentang sesuatu yang kamu butuh jawabnnya ?

Ya jangan sungkan coba utarakan dan tanyakan kepada Tuhan lewat doa.
Sesimpel anak tadi bertanya kenapa mulutku kecil.

Saat bertanya pasti kita mengharapkan jawaban.
Jawaban bisa ditemukan dari pembacaan firman Tuhan, dari orang sekitarmu,. dari sharing atau kotbah yang kita dengar, atau dari kakak pembimbing rohanimu.

Suatu ketika di tiga bulan lalu aku memunculkan sebuah  pertanyaan tentunya tidak secara baku dalam doa, ya sekedar bertanya sambil mengarahkan mataku kelangit-langit rumah "apakah aku akan mendapat pekerjaan lagi ?" 

Ini dia jawabannya : 
"TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang, Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gadaMu dan tongkatMu , itulah yang menghibur aku.

Tidak hanya sekali melalui kotbah yang secara spontan diberitakan para pengkotbah, namun beberapa kali para pengkotbah , dan juga di buku yang kubaca, aku ga menyadari mereka mencantumkan ayat itu, dan itu tidak hanya di satu buku saja, tapi beberapa buku dan lewat sebuah lagu juga.

Apakah itu menjawab ?
awalnya aku pikir jawabannya mungkin saja langsung ada telpon berdering " ya dengan mba relysa, hari ini anda akan diinterview bla bla...."
 hehehe tapi aku menyadari jawaban Tuhan melalui firmanNya lebih dari jawaban yang kuminta. Dia membantuku mengubah fokusku yang awalnya mungkin kepikiran(masa iya kepikiran, ya tentu aku juga manusia wkwkwkwk) menjadi mengingatkan bahwa Dia adalah gembala yang baik, dan aku takkan kekurangan apapun.

Kalau dipikir-pikir di sekolah dulu, jika kita tidak mengerti , ada keinginan untuk bertanya sama bu guru, wkwkw walau terkadang dulu aku salah satu yang paling pendiam, ga mau tanya apapun wkkwk karena takut .

Puji Tuhannya, firTu mengatakan " di dalam kasih tidak ada ketakutan".
Jadi tanyakanlah kepada Sang Kasih itu, Dia bukan seperti : mungkin guru yang killer atau teman-teman kita yang mungkin pada akhirnya mencemooh kita karena pertanyaan kita yang kurang bagus .


Kalau bertanya ke sodara atau org terdekat atau teman boleh ?
Ya boleh saja.
Namun akan berbeda jika kita langsung bertanya lewat doa dan lewat pembacaan firTu, krn kita langsung bertanya ke Sang Pencipta semua yang ada.


Apakah hari ini ajakanku terlalu rohani ?
Hehehehe, selamat mencoba.



Tuhan memberkati dan terus menjadi berkat.


-karen-








Wednesday, June 24, 2020

saling dan satu sama lain, apa itu ?

Haiii
selamat siang!!

Apa nih keseruan akhir-akhir ini?
Udah pada ketemu teman-teman cerita gak?
Kalau belum hehehe, ya gpp bisa dengar cerita disini.hehehe maksudku baca cerita disini.

Nah tahukah kamu bahwa alkitab memiliki lebih dari 2700 ayat yang berisi kata-kata sperti sukacita, kebahagiaan, kegembiraan, kegirangan, kesenangan, perayaan, keceriaan, tawa, sorak kegirangan, pesta, berkat, kegembiraan meluap luap.

Buku How Happines Happens nya Bapak Max Lucado menjelaskan tingkat sukacita kita penting bagi Allah.

Beliau memaparkan beberapa prinsip praktis untuk mewujudkan kebahagiaan :
1. Saling memotivasi satu sama lain 

"Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan" 1 tes 5 : 11

2. Bersabar dalam menghadapi satu sama lain

"Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.  " efe 4:2

Friday, June 19, 2020

Harapan Asli atau Palsu?

Haiii kawan.. teman.. saudara.. patner... kakak, adik.
Pastinya kabar luarbiasa baik dan sehat yaa.

Awal bulan juni lalu aku ada ikut zooming yang dibawakan oleh ps raguel lewi dengan tema "menaklukkan harapan palsu", so berikut isi yang dapat membantu memperluas dan menambah kapasitas kita.

Nah bukan hanya hp aja yang bisa original atau palsu tapi harapanpun bisa ada yang palsu wkwkwk.

Sebelumnya akan selalu ada alasan orang untuk pergi dan datang makanya kita harus mengatur pengharapan kita. Semua hubungan bisa beresiko menyakitkan , untuk itu dibutuhkan harta??? uang??? noooo apakah itu?

noo,, untuk itu yang benar dibutuhkan K-A-S-I-H

What is love ?

1 Yohanes 4:16 (TB)  Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.


1 Yohanes 3:18 (TB)  Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Di dalam kasih ada aksi dan intensi yang dijalani secara konsisten.


Jadi bagaimana menaklukkan harapan palsu :
>>Use love parameter to find the truth (gunakan parameter kasih untuk menemukan kebenaran )
>>wrestle with the truth (bergumullah dengan kebenaran)
>>make decision (buat keputusan) = your self image defines your determination
>>detox

Orang yang toxic akan selalu mencoba merendahkan kita tetapi ingat kita adalah orang yang berharga, berbahagia, layak diperjuangkan, dan layak dapat terbaik oleh karena penebusan Yesus dalam hidup kita.


Blessed u.

karen