Sunday, October 18, 2020

Cerita Bapak

 Haiii



Selamat hari minggu

Gimana kabar hari ini?

Harapan baik yaa, keadaan apapun kasih Tuhan tidak pernah berubah, Yes!!!

Nah, kira2 nih kehangatan apa yang buat kalian betah?

Hayooo

Mungkin kehangatan cuaca, kehangatan air mandi, kehangatan keluarga, teman, kehangatan dalam hadirat Tuhan, yaa kan.

Satu hal yang mendeskripsikan Bapak, kehangatannya bagi kami semua anak2nya. Ruang meja makan biasanya tempat kita cerita dan beliau selalu mendengarkannya, berdiskusi, namun bukan berarti tidak ada pertentangan , konflik dalam komunikasi yaaa, bahkan adanya konflik itu mengajarkan kita untuk tetap bisa menerima satu sama lain, dan juga memecahkan suatu hal tetapi bagaimana cara supaya kami semua belajar memahami dan saling mengerti. Jika ditanya kesabaran dan kehangatan bapak kadang buat kita terhenyuh dan pernah suatu ketika selama 2 minggu bapak tugas keluar kota dan kami agak menangis dikittt wkwkwkw karena rinduuu dududud. 

Kalau dipikir kami bertiga sedikit banyak niru bapak wkwkkw , pendiamnya. Kalau yang mikir ahhh masakkk... , ya begitulah. Bapak yang sederhana, ga suka pakai ac, ga suka sabun cair , apa adanya, yang penting bisa tetap bahagia.hehehhe.. Menunggu dan menyambut kami kalau pulang dengan senyum, dan kadang bantu bawa tas , kebalik yaa seharusnya hehehe, tapi itulah beliau.


Bukan tentang bagaimana beliau berhasil di perkerjaan, pelayanan di gereja tetapi bagaimana beliau ada bagi keluarga dan memberikan waktu , dan tentunya ini karna inisiatif Tuhan bagi Bapak. Kekuatan Tuhanlah yang memampukan sehingga pada saat dia sakitpun, dia mencoba untuk bilang dia baik2 saja dan sehat.,.


Kalau tempo lalu aku ada share tentang seni menerima(5 sep 2020), salah satunya juga melihat bagiamana bapak memiliki penerimaan baik itu pada saat mungkin ada hal yang tidak enak dalam hidupnya, bahkan saat2 ada yang mengartikan kebaikannya sebuah celah untuk menjatuhinya secara perkataan , namun dia tetap tenang saja. Kami semua melihat bagaimana Tuhan bekerja atas hidup bapak sehingga saat ada masalah , tantangan, Bapak tetap tenang, "udalah ga papa" hehehhe

Akhir kata selamat ulang tahun Bapak



Kasih dan kesehatan dari Tuhan melimpah




Pelukciumkasih

KarenFelysYos dan Mama



Sunday, September 27, 2020

Saran Gary Thomas

 Hii,

Selamat hari Minggu yaa.

Mungkin pada bertanya siapa tuh Gary Thomas? 

Nah Gary Thomas adalah penulis buku The Sacred Search, buku ini sudah kumiliki pada  25 maret 2020, yang artinya udah 6 bulan lalu, tetapi masih jarang baca yang artinya udah sebagian dibaca namun aku tertarik baca yang lain karena ada beberapa buku lain yang masih ngantri di baca hehehe. Ini karena sangking ada beberapa buku jadi coba baca kulit depan ,nah dari situ memutuskan mana yang akan difokus , wkwkwkw. 

Jadi kemaren aku coba mulai baca lagi, dan aku ada membaca tulisan ini, dan bagi kalian yang sedang dalam masa pencarian dan berkomunikasi dengan banyak orang bisa itu kalian di di pihak pria atau wanita, jadi bukan hanya untuk wanita aja ini ceritanya.... dan ingin membuat keputusan sekali untuk dibawa sepanjang usia ,,,asekkkk, masih belum ngerti ? itu buat menuju bahtera rumah tangga apalagi kalau ga pasangan hidup ye kann, mungkin ada baiknya mempertimbangkan berikut ini, aku tidak memaksa tetapi sesuatu yang baik ini harus dibagikan, keputusan tergantung masing-masing ya kan hehehe.

Oke , di mulai saja :

Carilah seorang pemberi, sehingga Anda akan lebih mampu lagi memberi,

Carilah seorang yang terhormat dan Anda akan mampu melayani serta mengerjakan banyak hal,

Carilah seseorang yang merasa aman di dalam Kristus dan Anda akan mampu mengerjar hidup kudus,

Carilah seseorang yang merasa aman dalam hubungannya dengan Kristus daripada dengan Anda dan Anda akan terberkati dalam segala kelimpahan,

Carilah seseorang yang bertumbuh dalam kemampuannya serta keyakinanya untuk membuat keputusan bijak termasuk dalam keputusannya untuk menikahi Anda, dan Anda akan terus berada di jalur membangun sebuah keluarga yang menghormati Allah.

Nah setelah baca itu, kalau dipikir dan direnungkan, rencana sebuah keluarga adalah bukan rencana yang hanya manusia inginkan tetapi keinginan terbesar Tuhan untuk sebuah keluarga yang dirancangkan untuk memuliakan Tuhan sepanjang hidupnya, apakah aku atau kalian bisa?

Bisa atau tidaknya tergantung keputusan yang dibuat oleh manusia itu sendiri. Rasa aman dalam membuat keputusan hanya ditemukan dalam hubungan dengan Allah, rasa dikasihi , diterima, dikuatkan olehNya sehingga kita dimampukan untuk membuat keputusan mana yang akan kita pilih dan jalankan.


Ok, kalau mau isi bacaannya lebih, bukan promosi yaa, bisa cari bukunya di toko buku online hehehe.


Byee..

Selamat beribadah dan bersama keluarga.



Karen



Saturday, September 5, 2020

Seni Menerima

 Alohaaaa,

Apakah sudah terbiasa dengan cuci tangan setiap hari dan membawa sanitizer serta masker anti peluru (butiran covid) ?

Kalau kadang terlupa pakai masker pas dijalan seperti aku , sudah sampai di sm amin, eh lupa pakai masker yaa beli di pinggir-pinggir jalan deh maskernya hehehe, pernah ga? 

Wajar sih karena kita mulai beradaptasi dengan normal yang baru hehehe. Kalau tahun lalu kita pakai masker karena asap dan debu , nah sekarang ga hanya bangsa kita yang merasakan pakai masker, seluruh dunia pakai masker.

Biasanya di dalam tas hanya dompet dan hp , sekarang nambah satu personel di tas dengan bawa sanitizer  dan perangkatnya tisu hahaha, ya suka lupa juga, kenapa harus bawa, karena ga semua tempat yang kita tuju menyediakan seperangkat alat cuci tangan.

Kalau dulu masuk kesebuah tempat ya langsung aja masuk , nah sekarang harus tes suhu, nah ini macam-macam, ada yang bentuknya kayak tembak, ada yang mengarah ke screen wajah. Aku ingat dulu pas masih kerja di tempat lama, ada juga orang yg datang bilang : aah lebayy kalian pakai cek suhu segala. Karena mungkin pas di bulan 3 itu belum terlalu seperti sekarang kejadiannya. Mungkin saja orang itu sekarang merasa malu yaa karena sudah meremehkan cek suhu yang sebenarnya untuk menjaganya, dan  tidak hanya dirinya tetapi orang yang berada ditempat itu juga. Yang komplen kayak begini biasanya diterima sama bapak2 security. Mungkin saja mulut mereka sudah berbuih yaa tapi terima kasih sudah menerima komplen orang-orang yang secara langsung diselamatkan dari suhu tubuh mereka sendiri.

Menerima sesuatu hal yang enak dan baik itu sangat gembira dan senang yaa, apalagi terima bonus, cinta diterima, makanan kesukaan diterima, jawaban doa diterima, dkk, tetapi untuk menerima sesuatu yang belum terbiasa itu kebanyakan tidak mengenakkan awalnya.

Kalau dipikir-pikir , terhadap segala sesuatu yang mungkin kita ga bisa terima(semua aspek sebutkan sendiri , misalnya tidak terima ditolak, tidak terima dikasih bonus kecil, tidak terima dikata -kataii, tidak terima kenapa dia lebih hebat, tidak terima kenapa dia lebih sukses) itu apa penyebabnya yaa?

Yaaa karena perbandingan.

Pikiran kita membandingan kediri kita. Fokusnya lebih berat ke diri sendiri. Dan tentunya ini ga akan berujung kalau kita ga mulai menerima.

Tidak semua orang dapat menerima kita mau itu kita telah berbuat baik , demikian juga kita terhadap orang lain. Melihat kisah lalu yang menjadikan pelajaran berharga , kalau dulu aku terlalu peduli untuk membuat orang senang , dalam posisi yang selalu ada ,tersedia supaya bisa diterima, awalnya senang tetapi kelamaan kok jadi memberatkan yaa. Nah ini karena aku terlalu fokus kepada diri sendiri supaya bisa terlihat diterima , segala sesuatu yang membuat kita jadi terlalu fokus dan merasa gelisah, takut , kecewa oleh karenanya bisa disebut dengan berhala dan itu lama2 akan menguasai.

"Idolatry means turning a good thing into an ultimate thing we say "unless I have that, I am nothing" - Tim Keller, artinya Dosa dijaman sekarang modern ini bukan melakukan hal hal yang buruk tetapi melakukan hal hal yang baik lebih dari pada Tuhan. Yaa Berhala menjanjikan tetapi tidak bisa memenuhinya.

 Setelah aku mengetahui kebenarannya adalah bahwa hanya Tuhan yang bisa melalkukan penerimaan itu, karena itulah Dia, Dia yang menerima kita yang tidak sekalipun memasuki standar kualifikasi excellent untuk diterima, menjadi sudah diterima karenaNya .

Saat ini kita bisa menerima orang lain, bahkan dalam hal yang seharusnya tidak bisa diterima sesuai dengan yang kita mau , itu semua karena kemampuan atau inisiatif Tuhan . Standar kita tidak bisa di jadikan penerimaan paling terkualifikasi, karena standar manusia beda dengan Tuhan bahkan kita , diri sendiri ,cenderung sering gagal mengartikan penerimaan menurut apa yang kita alami dan hadapi, beda musim hehehe beda pula mengartikannya, see? Betapa kita memang butuh Tuhan untuk setiap hari mendaur ulang hati kita.

Kalau Yesaya berkata seperti ini "Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?

Manusia sering gagal dalam penerimaan tapi lihat Tuhan siapa yang bisa menasihati Dia , mengajarkan ttg penerimaan? No one 

Karena Dialah masternya.

Jadi kalau ingin tahu banyak hal tentang seni menerima, jangan cari jauh2,God be with you.



Bless u


Karen