Wednesday, January 18, 2012

Ini dia...Autobiografiku.
Kebetulan Dosen B'Indo menugaskan setiap kami untuk membuat autobiografi pribadi.Dan berikut ini adalah autobiografiku



Terima Kasih untuk Tuhan Yesus,Bapa yang kekal.Tak pernah lelah dan selalu setia menopang dan memberikanku kekuatan sampai sekarang
Untuk Papa dan Mama.Aku bersyukur menjadi bagian dalam hidup kalian.Ajaran dan didikan Papa dan Mama adalah hal yang tak pernah kulupakan.
Untuk adik-adikku Felysia Alodia dan Yosafat yang sudah mendoakan kakak selama ini dalam doa-doa kalian kepada BAPA.

Relysa Karenta Br Ginting S





“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan,tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan”



Saat yang ditunggu
Nenekku mengemasi barang-barang perlengkapan mamaku yang harus dibawa ke Rumah Sakit Bersalin.Saat itu Bulang (bahasa Karo yang artinya Kakek) ikut serta juga.Saat itu Papa tidak ikut serta karena masih di Pekanbaru dalam urusan pekerjaan.Dengan perasaan sedikit cemas karena pecah ketuban yang dialami mama belum sampai usia 7 bulan dan ini merupakan kelahiran cucu pertama bagi keluarga Bulang dan Nenek.Hari itu adalah Sabtu tanggal 25 April 1992 ,Mama mulai menginap di Rumah Sakit Bersalin.Sekitar sepuluh jam menunggu ,akhirnya lahirlah bayi kembar dari Ibu Berlian Agustina Perangin-Nangin dan Bapak Rider Ginting,S.H pada hari Minggu ,26 April 1992.Dengan bahagia keluargaku menyambut bayi kembar itu,yaitu bayi perempuan dan bayi laki-laki.Bayi laki-laki memiliki berat 1,6 kg dan bayi perempuan memiliki berat badan 1,4 kg.Oleh karena kedua bayi dalam keadaan prematur,Dokter memfasilitasi kedua bayi tersebut di dalam inkubator selama dua bulan.Namun bayi laki-laki itu akhirnya tidak dapat bertahan dan berpulang ke rumah BAPA seminggu setelah lahir.Bukan hanya Mama yang sedih tetapi seluruh keluargaku.Dan tinggallah aku sendiri dalam inkubator.Selama di inkubator ada kemajuan terus menerus dari bertambahnya berat badanku.
Bibi (Ma Uda) , Mama , Aku(dari kanan ke kiri)
Foto diatas adalah foto saat aku berusia sekitar 4 bulan bersama mama dan bibi(adik kandung mama).Saat itu betar badanku udah mulai bertambah dan kemajuan kesehatan terus-menerus.
Pemberian Nama
Awalnya ,Papaku memberikanku nama Karen.Papa memberikan nama Karen karena Papa senang melihat salah satu tokoh di film telenovela kebetulan bernama Karen dan orangnya cantik.Oleh karena itu Papa menamaiku Karen.
Karena aku adalah cucu pertama,Bulang juga ingin memberiku nama yaitu Rel yang artinya sama seperti rel kereta api yaitu kuat.Tetapi Mamaku menambahinya dengan ysa supaya dapat diketahui dari nama bahwa aku adalah anak perempuan sehingga menjadi Relysa.Dan di Karen nya ,Bulang menambahinya” ta”.Dalam penamaan suku Karo arti “ta” pada nama adalah kita sehingga menjadi Karenta.Dengan arti nama yang sangat bagus yaitu Relysa Karenta Br.Ginting S.Arti “S “adalah nama kampung dari Papa yaitu Suka.Jadi jika orang bertanya aku berasal dari Ginting mana maka aku akan menjawab dari Ginting Suka.
Berbulan-bulan dengan pemberiaan asi ,berat badan dan tinggiku pun bertambah,dan menjadi bayi yang sehat.Mama sangat telaten dalam merawatku.Setelah empat bulan di Kabanjahe,Papa dan Mama pun membawaku ke rumah kami di Pekanbaru.
Keluargaku
Bersyukur kepada Tuhan karena diberikan keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Ini adalah foto (dari kanan ke kiri) : Papa , Felysia , Mama dan Yosafat
Banyak hal yang kudapatkan dalam menjalani hidup,terutama melalui keluargaku.Aku tinggal bersama kedua orang tuaku dan dua saudaraku.
Aku dan adikku yang kedua memiliki jarak umur 3 tahun sementara aku dengan adikku yang laki-laki memiliki jarak 6 tahun.Itulah mengapa kami sangat dekan selain jarak perbedaan umur kami tidak terlalu jauh.
Aku dan kedua adikku yaitu Felysia dan Yosafat memiliki perbedaan sifat dan bawaan bentuk fisik masing-masing baik dari orangtuaku maupun dari keluarga kami.
Pemaaf,pendiam,dan sedikit cuek itu adalah aku.Orang mengatakan jika mereka melihat wajahku maka mereka mengatakan aku mirip Mama.
Putih,sedikit cerewet tetapi murah hati adalah Felys adikku.Orang sering mengatakan bahwa dia seperti anak keluarga Tionghoa atau Jepang.Dan banyak yang mengatakan bahwa dia mirip dengan Papa.
Sedikit egois dan pelit,terbuka,dan pintar adalah Yosafat.Dia terkadang menjadi tantangan bagiku.Melalui dia aku juga belajar bersabar,mengalah.Dia mirip seperti tulangku(dalam bahasa karo yang artinya paman).
Orangtuaku mendidik aku dan adik-adikku sangat disiplin.Papa banyak mengajarkan tentang bertanggung jawab dan disiplin.Karena itu tidak heran jika kami bersiap ke sekolah atau tempat yang kami tujui pasti tepat waku.
Mama yang mengajarkan banyak hal tentang tolong menolong.Molong orang yang kesusahan dan terkadang memberikan telinganya untuk mendengarkan orang yang butuh saran atau nasehat.

Ini adalah fotoku bersama saudaraku Felysia dan Yosafat
Kami sangat kompak dimanapun.Walaupun terkadang ada perselisihan kecil tetapi kami bertiga tetap butuh satu sama lain.









Saat TK
Seperti kebanyakkan anak berumur lima tahun lainnya yang akan di sekolahkan orangtua mereka di TK,begitu juga dengan aku.Orangtuaku menyekolahkanku untuk TK di Santa Maria,yang dulu masih di Jalan Ahmad Yani.Dari rumah dulu yaitu di Tangkerang untuk ke TK lumayan cukup jauh.Papa yang setiap hari mengantarkanku ke TK.Sebelum berangkat kerja ,dia menyempatkan untuk menungguku sampai aku mendapatkan teman ke kelas.Aku ingat ,terkadang saat Papaku butuh untuk cepat hadir di kantor karena apel pagi maka aku dibawa ke sana ,dan setelah itu dibawa ke TK.
Pada awalnya masuk TK,Mama mengatakan aku tidak menangis ditinggalkan seperti kebanyakan anak lainnya.Ya,itu karena Mama sudah menjelaskan kepadaku bahwa TK itu menyenangkan,kita bisa bermain,belajar,banyak teman.Kebetulan aku sering memasang siaran tentang nyanyi anak-anak ,contohnya tralala trilili.Itu adalah siaran yang kusukai.Kata Mama di TK juga kita akan seperti itu bernyanyi dan pokoknya menyenangkan.
Wanita berkacamata,berkulit putih bersih,senyumnya sangat ramah kepada setiap anak-anak yang datang,pribadi keibuannya membuat semua anak-anak senang berada di dekatnya.Dia adalah guru TK ku, namanya Ibu Sisilia.Dia yang mendidikku di TK Santa Maria di kelas B6.
Ibu Sisilia memanggil Papa
Suatu hari setelah pelajaran selesai,Papa menjemputku ke kelas dan Ibu Sisilia bercakap-cakap dengan Papa.Ada yang salah dengan mataku karena setiap Ibu Sisilia menginstruksikan untuk membuat garis pinggir ,aku membuatnya di kanan,tidak lurus dan selalu kebesaran.Oleh karena kejadian ini sering berulang kali maka Ibu Sisilia mengatakannya kepada Papa.Lalu karena juga penasaran,Papa membawaku ke tempat periksa mata,ya memang mataku minus namun karena aku masih TK,Papa tidak mau membeli kacamatanya selain mahal juga karena dapat menambah minus secara tidak langsung dengan menggunakan kacamata.Dan karena minus mataku tidak terlalu tinggi masih sangat kecil maka disarankan saja aku untuk memakai obat tetes mata setiap hari sebelum berangkat TK.Papa sangat kasihan jika aku sudah memakai kacamata ,padahal masih TK.
Lama-kelamaan mataku mulai membaik.Dan aku mulai dapat melakukan seperti yang Ibu Sisil inginkan dengan baik.Dia sudah banyak mengajarkan berbagai hal kepada ku dan juga teman-teman.
Kenangan di TK yang tidak bisa Papaku lupakan
Hal yang paling kusukai selain kegiatan di TK adalah bermain pasir.Aku selalu mengatakan kepada Papa untuk tidak terlalu cepat datang menjemputku pulang TK,karena aku ingin menikmati bermain pasir di tempat khusus yang disediakan TK yaitu arena bermain pasir.Aku sangat senang bisa bermain pasir bersama teman temanku.
Kata Papa ,sering saat menjemputku selesai bermain pasir,baju ku yang putih bersih ada noda merahnya.Noda merah itu adalah darah yang keluar dari hidungku.Aku sering mimisan.Aku tidak tahu pasti kenapa aku sering mimisan ,mungkin ini juga karena dulu fisikku sangat lemah dan aku sering tidak banyak makan.Papa kasihan melihatku harus mimisan setiap dia menjemputku.Seperti kebanyakan anak lainnya aku tidak merasakan apapun dan kadang aku tidak peduli kalau saat bermain darah merah keluar dari hidungku.Oleh karena aku sering mimisan,Papa membawakan ku daun sirih untuk dihidup supaya saat mimisan ,bila daun itu dihirup maka mimisannya akan berhenti.Orang tauku mendoakanku selalu agar aku selalu sehat dan tetap kuat.Orang yang paling cepat kawatir saat aku mimisan adalah Papa ,karena dia yang selalu melihatku saat pulang dan menjemputku,Mama adalah ibu yang tenang dalam menghadapi apapun.
Papa sudah sangat berjasa untukku,banyak hal yang sudah Beliau lakukan untukku.Papa tidak pernah lelah menunggu maupun menjagaku untuk tetap makan selalu sebelum berangkat TK.Dia mengatakan kalau aku tidak banyak makan nanti mudah terserang penyakit.Dan Papa mengatakan kalau “Yeyen” begitu panggilan kecilku ,tidak makan sebelum TK maka tidak perlu datang ke TK.Sampai sekarang aku selalu mengingat pesan Papa ,yaitu untuk mengisi perut sebelum berangkat untuk beraktivitas.




Saat SD
Memakai seragam putih merah adalah kebanggaanku dulu setelah tamat dari TK.Aku duduk di kelas 1C di SD Santa Maria II.Papa dan mama menempatanku di Santa Maria II karena dekat dengan rumah kami yang baru di Jalan Soekarno Hatta.Aku senang karena ternyata wali kelasku adalah tetanggaku di rumah kami yang lama.Anak Ibu itu juga sebaya denganku namanya Dani.Tetapi karena kejauhan dari Tangkerang Dani di sekolahkan di SD Santa Maria I.
Ibu Supi tidak asing bagiku oleh karena itu aku cepat beradaptasi dengan ajaran Ibu Supi.Seperti keluargaku,Ibu Supi juga memanggilku dengan sebutan Yeyen.
Aku selalu dicarikan Mama untuk duduk dibangku paling depan supaya cepat mengerti karena kata Mama dibanding adikku aku lebih lambat menangkap.Tetapi Puji Tuhan sekarang tidak.Aku bisa karena Tuhan.
Perkembangan nilaiku dari kelas I SD sampai kelas VI SD meningkat.Aku hanya mengikuti les pada saat kelas VI SD karena kondisi fisikku yang tidak bisa terlalu capek oleh karena itu setiap pulang sekolah dari kelas I SD sampai kelas V SD,Mama selalu mengajariku di rumah.
Bahkan untuk menambahkan semangat belajarku di rumah bukan hanya aku saja yang belajar di rumah tetapi teman-temanku yang rumahnya dekat dengan rumahku juga ikut belajar bersama.Mama sangat sabar mengajar sampai aku dan teman-temanku dapat mengerti.
Ada saatnya dimana saat SD,aku membuat orangtuaku cemas.Sewaktu itu kelas III SD aku selalu pulang dan pergi berangkat sekolah menaiki oplet namun jika orangtuaku bisa mengantar atau menjemput maka aku akan diantar jemput oleh Papa.Namun lebih sering menaiki oplet.Saat itu musim hujan,oplet-oplet tidak mau berjalan karena mesinnya rusak dan penumpang tidak penuh ,entah kenapa akhirnya aku dan beberapa temanku memutuskan untuk pulang kerumah jalan kaki.Perjalanan yang ditempuh sekitar 3 km.Karena belum pernah berjalan sejauh itu aku sempat menangis dijalan karena aku pikir aku tidak akan sampai ke rumah hari itu.Teman-temanku pun menenangkanku.Karena kami berjalan kaki kerumah dan membutuhkan waktu yang lama.Itu membuat orangtuaku cemas karena sudah sore dan lama sekali sampai di rumah.Tetapi akhirnya jumpa juga di persimpangan jalan.Cerita ini tidak pernah kulupakan karena merupaka pengalamanku.
Foto aku ,Yosafat dan Felysia
Itu adalah foto saat aku SD bersama kedua saudaraku.









Saat SMP
Setelah menamatkan jenjang SD ,orangtuaku bertanya akan memilih SMP yang mana kepadaku.Secara spontang aku menjawab aku ingin SMP di Santa Maria.Karena menurutku saat itu SMP Santa Maria memiliki tingkat kedisiplinan yang bagus dan pendidikan yang baik.Orangtuaku setuju untuk menyekolahkanku di SMP tersebut.
Papa memberikan beberapa pesan kepadaku mengingat semua anak-anak yang besekolah disana berlatarbelakang keluarga kelas ekonomi keatas.Pesan Papa agar aku tetap focus pada pelajaran bukan karena banyaknya uang jajan yang dikasih.Dalam keluarga kami yang namanya uang jajan itu diberikan pas-pas untuk kebutuhan tidak banyak karena Papa mengajarkan tujuan datang ke sekolah adalah untuk belajar.
Didikan orangtuaku terhadap aku dan adik-adikku sangat disiplin ,kami selalu diajarkan jika saat berangkat ke sekolah harus cepat jangan menunda-nunda berlama-lama.
Belajar Gitar Karena Ujian
Aku tidak pernah memikirkan bahwa aku bisa bermain gitar karena dulu aku sangat tertari dengan keyboard.
Suatu ketika,bahan UAS praktik agama adalah menampilkan lagu rohani.Kami pun disuruh untuk membentuk kelompok dengan bebas memilih kelompok.Dan diberikan waktu sekitar tiga minggu untuk mempersiapkannya.
Dalam kelompokku : aku,Yohana,Gloria dan ada beberapa lagi teman yang namanya tidak ingat lagi akan membawakan lagu berjudul”Mujizat itu Nyata”.Tetapi tidak ada satupun dari kami yang bisa mengiringi lagu itu dengan alat musik.
Aku teringat bahwa di gereja ada gitar dan ada Kak Hotma yang siap kapanpun mengajar siapa yang mau belajar gitar dengannya.
Aku pikir apa salahnya untuk mencoba latihan musik gitar dan meminta Kak Hotma mengajarinya.
Lagu pertama sekali yang diajarkan Kak Hotma dari kunci D.Dan sampai sekarang aku selalu menggunakan kunci D jika mencari nada sebuah lagu.
Dalam waktu tiga minggu aku berlatih musik gitar ke gereja bersama Kak Hotma dan terkadang aku meminjam gitar teman segereja untuk dibawa pulang latihan dirumah oleh karena aku tidak memiliki gitar.
Setelah Papa tahu aku bisa bermain gitar sedikit demi sedikit maka Ia membelikanku gitar.Kebetulan Mama dan Papa bisa juga memaikan gitar.
Karena masih pemula ,aku belum bisa merasakan setiap kunci-kunci yang akan digunakan pada melodi yang diinginkan oleh karena itu aku menghafal kunci yang digunakan untuk UAS.Jadi pada saat itu lagu itulah yang kuhafal.Dan itu adalah pengalaman pertama karena kenekatanku bermain musik.Tapi rupanya itu tidak sia-sia.Kami sekelompok puas dengan penampilan kami saat mengambil nilai bernyanyi.
Pengalaman itulah yang membuat aku sampai sekarang terus berlatih dan bahkan mulai bisa memaikan gitar dengan perasaan.







Masa SMA
Belajar dari Seorang Sahabat
Sedikit jahil,lucu,pintar mengambil hati,suka membuat kekonyolan dan ramah kepada semua orang,itu adalah sahabatku.Namanya Sabrina.
Pastinya jika ditanya ,setiap orang pernah memiliki sahabat,mungkin saat SD,SMP,SMA atau Perguruan Tinggi.Dan jika ditanya mana yang lebih susah dicari ,teman atau sahabat?                                                         Maka kebanyakan orang akan menjawab “sahabat”.    Mengapa sahabat?Aku akan menjelaskannya melalui beberapa hal dan pengalamanku.
Awal mula kami berjumpa sebenarnya sudah dari sejak masuk SMA.Tetapi kami mulai menjadi sahabat saat kelas II SMA.Kami sekelas dan sebangku.                                    Dia yang sedikit ceriwis dan agresif mengimbangi aku yang pendiam,malu dan termasuk kaku.Kami belajar untuk menerima satu sama lain,Sabrina paham saat aku mulai mengalami hal-hl yang buruk di kelas dan tentunya aku juga paham akan dia.
Ada hal-hal lucu yang membuat kami dapat tertawa mengingat kejadian masa SMA.Contohnya saja ,dulu sewaktu di kelas aku suka mengantuk bukan karena aku sering tidur kemalaman tetapi memang karena aku suka tidur hahaha.Akhirnya karena takut tertidur aku meminta Sabrina mencubitkan tanganku dan karena masih mengantuk juga Sabrina mengambil tindakan memberikan air minum.Katanya supaya mataku terbuka dan segar hahaha.
Jika kami mulai berbicara tentang ini ,hal itulah yang paling membuatnya ketawa kalau sudah menceritakan masa SMA itu.
Dalam komunikasi kami,Sabrina mengatakan bahwa dia belum menemukan orang yang seperti aku di Medan tempat dia berkuliah sekarang.Banyak teman-teman di sana tetapi belum ada orang yang bisa menggantikan posisiku disana hahaha.Aku jadi merasa terharu mendengarnya.
Pernah sekali dia berjumpa orang yang hampir mirip dengan aku tetapi katanya sedikit lebih tinggi dengan aku.Spontan saja aku tertawa karena dia tahu aku paling tidak suka jika sudah dikatakan pendek olehnya hahaha.
Banyak cerita-cerita yang membuat kami merasa terdorong satu sama lain untuk tetap semangat
Dalam persahabatan tidak selamanya dapat berjalan dengan mulus,kadang terjadi kesalah pahaman yang kecil-kecil.Tetapi itu semua mendatangkan kebaikan dan menambah keakraban.
Walau sekarang dia sudah tidak di Pekanbaru lagi dan di Medan,komunikasi kami tetap jalan.Saling memberi semangat melalui sms maupun teleponan.Aku berharap yang terbaik baginya,sahabatku Sabrina Pasaribu.
Julukan “Cikgu”
Hari itu adalah pemilihan kelompok untuk drama pelajaran Budaya Melayu.Drama ini akan dibawakan dalam bahasa Melayu karena topik pelajaran kami tentang pengucapan bahasa Melayu.Ini adalah hal yang asyik menurutku karena belajar bahasa lain,selain bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Kami satu kelas dibagi-bagi dalam beberapa kelompok.Akhirnya aku masuk dalam kelompok yang diketuai oleh Clarissa.Kami mulai memikirkan drama yang akan ditampilkan.Aku sudah lupa judul drama yang dibawakan oleh kelompok kami.
Mulailah penentuan peran untuk drama di kelompokku.Semua udah dapat peran dan akhirnya Cla dan atas kesepakatan anggota lain menunjukku berperan sebagai cikgu ,yang artinya adalah guru.
Peran cikgu didrama ini adalah sebagai guru karate begitu.Karena aku dan teman-temanku tidak tahu bagaimana gerakan karate oleh karena itu kami membuat drama ini sedikit bernuansa komedi.Jadi aku disuruh gerak-gerak slomtion gerakan karate.Aku sih mengatakan bahwa itu gerakan yang tak jelas antara katate dan kungfu tiruan.Namanya juga pendukung peranku sebagai guru.
Alasan mereka memilihku sebagai cikgu cukup sederhana karena sesuai dengan karakterku yang pendiam dan suka memberikan masukan jika ada yang ingin mereka tanyakan saat-saat istirahat dikelas misalnya tentang keperibadian,tentang agama,tentang pacaran yang benar.Ya bisa dibilang sebagai penasehat bagi teman-temanku.Oleh karena itu dari situ mereka menunjukku sebagai guru atau cikgu.
Setelah drama ini selesai ditampilkan ,rupanya sebutan cikgu itu belum selesai untukku.Teman-teman sekelompokku tetap memanggilku dengan sebutan cikgu.Bukan hanya itu akhirnya dari situ satu kelas memanggilku cikgu Relysa dan tersebar juga ke kelas lain.
Sampai sekarang temanku si July dan Rudy masih memanggilku cikgu jika dia memberikan pesan lewat sms dan juga facebook.
Bagiku ini adalah sebuah julukan yang istimewa karena dengan julukan ini aku masih diingat oleh teman-temanku.Aku tidak menyangka jika sampai sekarang julukan cikgu itu masih melekat dihati mereka.
Aku sangat senang bisa menjadi bagian dalam kelasku di XII IPA 3.Melalui adanya masing-masing julukan membuat kami semakin akrab.Bukan hanya aku saja yang punya julukan di sana.Masih ada yang lain contohnya si July,karena guru kimia kami suka memanggil namanya maka guru kami kemudian memelesetkan namanya menjadi bernuansa Betawi yaitu Juleha..hehehe.
Lirik Lagu “Percaya JanjiNya”
Menyanyi,bermain musik dan membuat lirik lagu adalah bakatku.Aku meikmati setiap saat dimana aku melakukan kegiatan ini.
Salah satu pelajaran yang sangat kusukai adalah matapelajaran musik.Walaupun hanya sekitar 45 menit saja aku sangat senang dengan pelajaran ini karena sebagai inspirasi dan menambah wawasanku dalam musik melalui ajaran guru musik yaitu Pak Novi.Dia adalah guru musik yang bisa memainkan dengan baik berbagai alat musik.Katanya keahliannya yang paling menonjol di musik Saksosfon sejenis musik tiup.
Untuk memberikan nilai musik.Dia tidak segan-segan memberikan nilai yang baik seperti 90 kepada anak-anak yang memang memiliki bakat musik dan menampakkan hasil yang baik.
Untuk nilai akhir semester buat mata pelajaran musik.Kami satu kelas ditugasi membentuk kelompok dengan jumlah yang terserah tidak dibatasi.Tugasnya adalah membuat lirik dan melodi hasil karangan sendiri dengan tema bebas contohnya tema persahabatan,percintaan atau petualangan dan lainnya.
Ini adalah tantangan yang menarik untukku.Aku sangat antusias dengan tugas ini.Akhrinya,kami ada empat orang yang satu kelompok yaitu aku,Sabrina,Margaretha dan Felix.
Kami diberi tugas seminggu untuk membuat coretan lirik buatan sendiri.Tema yang kami ambil adalah tentang pengharapan.Ini berhubungan dengan UN yang sebentar lagi akan kami hadapi.Oleh karena itu untuk menyemangati lebih lagi,kami pun mengangkat tema itu.
Kami berempat pun membuat coretan lirik.Awalnya hanya bait satu dan kedua yang dapat setelah itu reffnya.
Berikut ini adalah lirik karangan kami.Kami sangat bangga dengan ini dan sampai sekarang aku hafal liriknya.

Foto saat aku bermain gitar   
PERCAYA JANJINYA
Kubersiap menyambut surya
Kuberjalan melangkah
Dengan harapan dengan keyakinan
Kuyakin ku pasti bisa
Segala yang kudapatkan
Akan ku hadapi akanku lalui
Reff :   Biar s’galanya kan terjadi
Semuanya kan kuhadapi
Kupasti bisa kupasti bisa
Tantangan dan rintangan
Kan kuhadapi semua
Ku s’lalu percaya
Percaya pada semua janjiNya

Bridge : Semuanya indah,semuanya indah....
Indah pada waktunya
Itulah lirik yang kami buat.Lalu untuk penemuan judul baru bisa diketemukan setelah lirik selesai.Melodinya sederhana.Yang membuat melodi aku sendiri dengan beberapa penambahan dari teman-teman.Dan yang mengiringi lagu ini adalah aku dengan memainkan gitar.
Karena kelompok kami membuat lirik dan melodi tidak terlalu memakan banyak waktu.Teman-teman yang lain datang minta bantuan untuk dibuatkan lirik lagu dan melodi.Ada juga yang meminta ditambahkan liriknya yang pas.Bukan hanya itu ,dari mereka tersebar sampai ke kelas lain.Dan juga dari kelas lain yang minta dibantu ditambahkan dan dibuatkan melodinya.
Semua lagu-lagu yang dibuatkan di rekam dan dikasih ke guru untuk dinilai.
Aku sangat menikmati dan sangat senang bisa membantu teman-temanku membuatkan lirik dan membantu menambahkan melodi.
Ada adik kelasku yang dibawahku satu tahun yang sekarang kelas 3 SMA yang kebetulan juga mendapatkan tugas yang sama dengan kami sewaktu kelas 3  yaitu membuat hasil karya berupa lirik lagu.Dan kebetulan karena adik kelasku ini mengangkat tema yang hampir sama denganku dulu padahal sebelumnya dia tidak tahu bahwa aku mengangkat tema itu,maka guru yang mengajar pelajaran kesenian memberikan sebagian lirik yang kami buat sewaktu kami kelas 3 dulu.Spontan saja aku terkejut saat dia menyanyikan liriknya dan mengatakan bahwa lirik itu hampir sama dengan lirik yang kubuat dulu.Dan adik kelasku ini mengatakan bahwa guru kesenian yang memberi tahukan ide lirik itu.
Aku sangat senang mendengarnya karena bukan aku dan kelas saja menikmati lirik itu tapi sampai juga ke adik kelas.
Pesan Teman-temanku
Hari-hari perpisahan di kelas tiga SMA semakin dekat.Ini merupakan pengalaman yang paling seru bagiku selama aku sekolah mulai dari TK,SD,dan SMP.Pengalaman di SMA adalah pengalaman yang paling berkesan dan tidak terlupakan.Bukan hanya bagiku peribadi.Dan rupanya juga bagi teman-teman sekelas.Kai seperti satu keluarga yang tidak terpisahkan.Walaupun sekarang sudah berpencar menuntut ilmu.
Kak Hotma yaitu kakak pembimbing rohani di gerejaku pernah bercerita tentang pengalaman adeknya yang berkesan saat perpisahan.Kakak itu mengatakan jika aku ingin mempunyai suatu kenang-kenangan yang bisa dilihat nantinya maka buatlah sebuah binder khusus kumpulan pesan-pesan dari tulisan teman-teman satu kelas tentang bagaimana sikap dan dampakku selama satu kelas dengan mereka.Menurutku ini adalah hal yang patut dicoba.Oleh karena itu aku pun membuat dalam satu binder tempat cerita-cerita mereka selama berteman dan satu kelas denganku.
Ini adalah beberapa tulisan asli dari mereka tanpa ada perubahan dariku baik tulisan yang mereka sampaikan ke aku melalui kertas-kertas yang sekarang aku satukan menjadi kumpulan kenangan dari teman-teman SMA.
Dari Sabrina Beltsazar
Relysa...siapa sih y g’kenal ma dia!!!
Hihi...(kyak artis ja) emang gitu sih sebenarnya...
Sahabat aku yang satu ini agak lucu,agak aneh,agak-agakan deh...tapi dia bukan agak cantik yach...tapi memang dia cantik...gae ge..
Selama duduk ama dia kurang lebih 1 tahun aku merasa bahagia sekali,soalnya dia bukan sekedar teman biasa bgku tapi dia udah sangat membantu hidupku.Hidupku sangat indah bersamanya.....indah bangetz....aku bahagia berteman sama dia..
Dia bukan sosok remaja yang biasanya tapi ada sesuatu yang beda pada dirinya.Dia orang berkarisma....Mudahan untuk selamanya dia bisa menjadi diri sendiri seperti sekarang.
Tapi jangan pernah lupa ma aku yach...Dx ku sayang haha...maunya..
Belajar baek-baek biar bisa menjadi pemimpin.Aku ingin suatu hari nanti kita bertemu dimana kita sudah mendapatkan integritas kita sesuai impian kita selama ini...
Aku akan selalu merindukanmu,Relysa
Aku sayang Relysa...
Bahasanya curhatan Sabrina tidak baku sekali hahaha.
Terima kasih buat Sabrina yang telah menuliskannya buatku.Ini adalah kenangan sahabatku.
Dari Clarissa Tertia
Relysa Karenta Br.Ginting
Hmm...sebelum sekelas di kelas XII ini sih aq belum tahu yang namanya Relysa.Ya mungkin karena dia memang pendiam.
Awal mulanya aq deket sama Relysa ini ketika pelajaran kesenian. Kami disuruh buat lagu.Kami tahu kalo Relysa ini pande bermain gitar.Jadi kami pun meminta tolong untuk mencarikan nada. Dgn cepat pun ia bisa membuatkan sebuah lagu.
Oh iya ada yang lupa.Sebelum itu kami juga pernah bermain drama yang sama.Ia berperan sebagai cikgu.Semenjak saat itulah ia mendapat julukan CIKGU.
Cikgu ini orangnya:
·         Baek
·         Super pendiam
·         Super religius
·         Ketawanya khas
·         Suka ceramahin orang
Terima kasih untuk Clasissa.Ciri-cirinya membuatku selalu tertawa saat membacanya.
Dari Margaretha Feby NS
Relysa Karenta itu...
·        Baik
·        Ga sombong
·        Rajin berdoa
·        Murah hati
·        Suka menasihati teman
Yah,pokoknya selama aq berteman denganmu th asiklah,meskipun dirimu ada lemot-lemotnya juga.Tapi itu yang buat kau jd makin lucu,Hahahaha..^^.Oh iya,Karen tu orangnya suka nyanyi,main gitar,pokoknya yang berbau senilah.Jadi aq senang bisa nyanyi bareng ama Karen.
Makasih banyak utk Karen yang srg jadi teman curhatku,tmn berbagi cerita n sering juga nasehati aq.Makasih jugaa Karen sering tebengin aq ke sekolah hahaha...
Ingat aq selalu ya,kita kan udah temenan dari SD.Smoga kita sukses semua!Amin....GBU
Wah terima kasih untuk Bojug(julukan Margaretha).Kesan-kesannya sangat luarbiasa.Aku jadi ingat masa-masa SD dengan Margaretha dulu.

Buat :Relysa Karenta Ginting
Relisa tuh orangnya baik,jujur,dan memang ANAK YESUS SEJATI.Pandai maen gitar,rajin dan gag pernah nyontek.MANTAP!!!azzeeeek :D
Relisa suka banget nyanyi lagu rohani,I LIKE IT J
Pesan : Jagan sombong ma aku
Tetep menjadi sosok yang menjadi panutan bagi kami-kami yang suka berjalan dalam gelap....hahahah :D azeeekk -_-
Lupph lupph YOU my relrel..
Monica priscillia ayuningtyas
Monmoon prudence
7 Juni 1992
01-015-011-6
08127510710
Terima kasih untuk Monika.Pesannya luarbiasa dan aku akan tetap mendoakan Monika.

Ini foto aku bersama teman-teman(dari kiri ke kanan) : Margaretha , Sabrina , Clarissa , Aku ,dan Juli

Ada juga tulisan dari temanku bukan berbentuk pesan tapi semacam sifatku ditulis olehnya.
Dari Juli
Relysa Karenta Br.Ginting
Cinta Tuhan
Idupnya penuh dengan iman
Kelemotannya sedikit mewarnai
Cinta musik
Unik pribadinya
Jangan pernah sombong ya.
Ingat kami selalu.
Wish all the best for cikgu
Terima kasih Juli untuk tulisannya dari susunan CIKGU.Tulisanmu sangat kreatif.
Bukan hanya beberapa teman wanita saja yang memberikan kesan-kesan dalam tulisan.Ada juga beberapa teman-teman pria yang memberikan kesan-kesan.
Dari Andri Fernando Reign
Relyssa itu imannya sangat kuat tetapi dalam “beberapa hal” masih kalah sama Andri Fernando Pakpahan.Anah dari keluarga Ginting itu baik kepada setiap orang,cinta damai,dan pasti cinta Yesus selamanya.
Dia jarang ngomong atau pendiam(kadang-kadang),suaranya indah memukau dan gag ada obatnya.Ada banyak hal tentang Relysa Karenta yang gag bisa diungkapkan dengan kata-kata.Amien.
Terima kasih buat Andri sudah memberikan kesan.Mendalam sekali ungkapannya. J
Dari temenmu Tommy Rizky
Selama jadi teman sekelas Karenta,dia orangnya buaek buanget kek pendeta dia.Tapi ga tau dari mana datangnya nama pendeta itu haha..Ynag penting dia orangnya bae dan mau bantu temen terlebih-lebih kalau maen gitar.Menawan oe....haha..Tapi dia juga penyabar dan kadang agak gila sama yang namanya Uli Basa....Gw pasti rindu saat-saat klas XII IPA 3 dan menggila sama mu dan Uli...
Terima kasih Tom buat kesannya.Aku bersyukur dapat memiliki teman sepertimu.Tentunya aku juga merindukan saat-saat kita bercanda dengan Sabrina Uli Basa.
Dari Syajuli
Halo cikgu..^^
Kesan dan pesan??Tak pandai saia...haha..
Kesan terhadap cikgu:
Sangat ramah dan pendiam....haha.Cikgu sangat sangat sangat baik loh di kelas 12 IPA 3.Waktu kemarin ambil nilai praktek agama...hampir semua kelompok dia iringi...haha..Cikgu paling baeeekk di kelas ini dech...Thx buat semuanya ya...^o^
Pesan: Semoga sukses buat masa depannya dech...^^
Trus makin baik dech....Jangan lupakan saia..haha.
Terima kasih Sya untuk pesan dan kesan.Ternyata aku berdampak juga ya di kelas haha.Amin ,semoga masa depan teman-temanku juga yang terbaik.
Itu semua adalah tulisan-tulisan beberapa dari teman-temanku.Dan masih banyak yang lain tapi tidak dapat aku sampaikan semua di sini.
Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena aku bisa menjadi dampak yang baik bagi teman-temanku.Aku bisa belajar banyak hal melalui mereka.Aku sangat bangga memiliki teman-teman seperti mereka.Aku berdoa agar Tuhan memberikan kesehatan dan menjadi anak yang sukses.
Kejutan di Saat-Saat Kelulusan
26 April 2010 adalah pengumuman hasil kelulusan UN seluruh SMA.Tanggal itu berketepatan dengan hari ulang tahunku.Aku tidak memikirkan lagi hari ulang tahunku,saat itu yang kupikirkan hanyalah bagaimana denganku apakah aku lulus atau tidak.
Inilah yang sangat ditunggu-tunggu hasil kelulusan.Ini adalah akhir perjuangan kami selama di SMA dan di pertaruhkan di UN.
Akhirnya setelah diumumkan kami semua merasa lega karena semuanya lulus 100%.Aku juga sangat senang karena di hari ulang tahunku ini adalah kado yang spesial.
Tiba-tiba aku diajak temanku jalan-jalan seputar taman sekolah lalu secara tiba-tiba pula datang teman-teman sekelasku dari arah belakangku bernyanyi dan sambil membawakan kue tart ulang tahun untukku.Ini adalah kejutan yang sangat istimewa karena aku belum pernah diberi kejutan sampai segitunya di sekolah.Lalu pembagian kue tart kepada teman-temanku dan beberapa guru yang kujumpai setelah itu mereka mulai mencolek kue tart dan menaruhkannya ke wajahku.Dan semuanya tertawa puas karena telah berhasil membuat kejutan di saat-saat kelulusan ini.
Acara Panti Asuhan
Seperti yang sudah kuceritakan bahwa saat di kelas XII inilah aku dapat merasakan pengalaman yang seru,keakraban dan kekeluargaan di sebuah kelas.
Setelah semua ujian UN,UAS diadakan maka untuk perpisahan kelas kami,kami mengadakan acara kebersamaan yaitu ke Panti Asuhan.
Itu adalah acara tereakhir dimana kami bersama-sama mengahbiskan waktu untuk berbagi kasih.Kami semua menikmati setiap acara kegiatan yang dilaksanakan di sana.


Masa Kuliah
Sebuah Prinsip
Banyak orang mengatakan bahwa masa kuliah adalah masa bebas untuk melakukan banyak hal karena dianggap sudah dapat berfikir dewasa yaitu yang baik dan yang buruk
Dari sejak kecil orang tuaku mengajarkan bahwa arti sesungguhnya pacaran itu adalah sebuah pertunangan.Jadi pacaran adalah hubungan dimana pria dan wanita dewasa saling mengenal dan ujung dari hubungan mereka adalah pernikahan.Itu adalh arti pacaran yang sesungguhnya.Oleh karena itu orang tuaku mengatakan untuk menuntut ilmu dahulu.
Dan aku juga tidak terlalu tertarik untuk berfikir tentang pacaran karena menurutku jika sudah waktunya maka itu akan datang sendiri. Banyaknya teman-temanku yang berpacaran lalu putus dan nyambung lagi membuat aku semakin belajar bahwa pacaran zaman sekarang hanya untuk hura-hura dan hanya sekedar memuaskan keinginan supaya di tandai orang sebagai orang yang hebat misalnya.
Suatu ketika Kak Lena,dia adalah pengajar drama natal di sekolah minggu tahun 2010.Dia mengajakku ke rumahnya untuk membicarakan topik drama natal.Setelah itu dia mengambil sebuah buku yang berjudul “When God Writes Love Story”.Kakak itu menginginkanku untuk membacanya karena menurutnya aku sudah pantas untuk itu.Menurut ukuranku buku yang seperti novel ini tebal dan kemungkinan aku akan membacanya dalam waktu yang lama.Kakak itu mengatakan kalau nanti aku sudah membacanya Dia akan menceritakan mengapa ia memberikannya dan ia akan menanyakan apa yang aku dapat dari buku itu.
Awal membaca buku Eric dan Leslie Ludy ,aku tidak mengerti sama sekali karena itu merupakan buku novel terjemahan yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Namun semakin lama aku memahaminya ,aku mengerti.
Buku ini merupakan buku yang keseluruhannya merupakan perjalan hidup dan kisah dari perkenalan,pendekatan,sampai hubungan ke jenjang pernikahan antara Eric dan Leslie Ludy.
Ada sebuah kisah yang menarik perhatianku dari buku itu setelah seorang pria yaitu kakak rohani di gerejaku menceritakan kisah Anne.
Anne adalah wanita muda yang berserah kepada Tuhan ,masa mudanya tidak dihabiskan seperti kebanyakan gadis-gadis muda lainya yaitu berpacaran ,huru hara.Dan yang menariknya lagi dia memiliki prinsip yang sama dengan ku yaitu “seorang pria yang pertama dan terakhir”.Anne berdoa kepada Tuhan bahwa dia berserah sepenuhnya,ada saat dimana dia ingin seorang pria di sampingnya tetapi Anne percaya bahwa Tuhan yang akan menuliskan kisah hidupnya termasuk siapa pria yang akan menjadi pendampingnya.
Banyak juga kisah lain dari buku ini yang menceritakan tentang Eric dan Leslie.Buku ini menjadi inspirasi yang luarbisa bagiku.Bahwa bukan hanya aku saja yang memiliki prinsip seperti itu.
Pasti di luar sana ada juga beberapa wanita yang memiliki prinsip itu.Mereka menyerahkan pena ketangan Tuhan untuk menuliskan kisah percintaan perjalan hidup mereka.
Aku sangat diberkati dengan buku ini.Aku menyadari bahwa Tuhan sangat mengasihiku.Prinsip itu adalah sebuah pilihan.Setiap orang memiliki kehendak yang bebas dalam hal ini kata seorang Pria dewasa kepadaku.Ya itu memang benar.
Inilah merupakan topik yang sangat luarbisa untuk dibicarakan.”Seorang pria yang pertama dan terakhir”.



Di atas itu adalah foto saat aku kuliah dalam acara OK(Olimpiade Kimia 2011).
Pengharapan ,Iman dan Kasih
Seperti sebuah nama album lagu Hillsong,Hope+Faith+Love. Kata-kata itu merupakan kata-kata yang menjadi dukungan ataupun ispirasi bagiku dalam menjalani kegiatan-kegiatanku.Aku akan menjelaskannya melalui kisah-kisah yang aku alami saat-saat aku kuliah ini.
Tak pernah terlintas dibenakku untuk menjadi seorang guru apalagi guru kimia.Setelah aku menamatkan SMA ,aku berencana ingin kuliah dijurusan Psikologis USU Medan.Untuk itu aku mengikuti tes-tes mulai dari UMB dan SNMPTN.Dengan pilihan utamaku adalah Psikologis.Aku milih pilihan Psikologis karena aku sangat ingin berinteraksi  dan mengenal lebih jauh tentang dunia dimana orang-orang mengalami gangguan kejiwaan ataupun mereka yang kehilangan kendali orang karena suatu hal.Bagiku ini adalah hal yang sangat menarik bisa berinteraksi dengan banyak orang yang membutuhkan dukungan secara mental.Memang jika dilihat,aku memiliki keperibadian yang pemalu,tidak terlalu banyak bicara namun bagiku mengenal orang lain dan memberikan dukungan bagi mereka menjadi motivasi pribadi juga bagi diriku.Itulah mengapa aku sangat ingin saat itu memilih jurusan Psikologi.
Dengan semangat aku mengikuti ujian tes.Namun Tuhan berkendak lain.Aku sangat berharap aku bisa masuk USU jurusan Psikologi.Aku gagal dalam UMB maupun SNMPTN untuk jurusan Psikologi dan jurusan lain yang pilihan kedua.
Dalam keluargaku,aku diajarkan untuk selalu berserah kepada Tuhan dan tetap berharap ,beriman bahwa kalau suatu saat aku tidak mendapatkan apa yang aku inginkan, tetaplah berusahan,miliki iman dan pengharapan kepada Tuhan karena semua seluruh aspek hidup kita Tuhan yang mengaturnya.Oleh karena,itu saat aku tahu aku gagal ,awalmula aku merasa sedikit sedih tapi tidak berlama-lama ,aku masih tetap berharap dan beriman bahwa Tuhan punya rencana lain yang harus aku kerjakan untuk kedepannya.
Aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena mempunyai Papa yang bijaksana dan luarbiasa.Beliau membesarkan hatiku dan memberikan aku tetap semangat,katanya tidak masalah tidak lulus di UMB dan SNMPTN,masih ada cara lain yaitu mengikuti Ujian Lokal UR.Sebelumya ,aku tidak pernah memikirkan untuk mengikuti tes Ujian Lokal karena aku yakin aku bisa lulus di SNMPTN.Aku pernah mengatakan jika suatu saat aku tidak lulus dikedua tes yang jurusan Psikologi maka buat Ujian Lokal,Papa mengatakan kepadaku untuk mencoba masuk Fkip,siapa tahu aku lulus di jurusan itu.Aku menuruti Papa.Kenapa juga aku mau mengikuti keinginan Papa untuk jurusan Fkip karena dalam diriku ,darah pemimpin dan mengajar sejak kecil sudah ditanamkan.Dari SMP sampai sekarang,aku menjadi guru sekolah minggu di gerejaku.Oleh karena itu aku tidak menolak juga menjadi guru nantinya karena ,aku nantinya juga akan berinteraksi dengan banyak orang yang membutuhkan pendidikan dan dukungan mental juga tentunya bagi anak-anak yang akan aku ajarkan nantinya.
Berharap,beriman bahwa aku akan lulus di Ujian Lokal.Dan rupanya,Tuhan berkehendak kepadaku,aku pun lulus dan sekarang berkuliah di Fkip Kimia.Aku bersyukur karena itu semua berkat Tuhan dan dukungan orang tua serta keluargaku.
Tidak hanya sampai disitu saja perjalananku sekarang dalam menempuh kuliah.Kasih yang dalam bahasa Inggrisnya adalah “love”.Dalam kuliah ini juga aku mengalami proses untuk menguatkanku dalam Kasih.Dari sini,aku belajar untuk mengasihi sesama termasuk orang-orang yang tidak seagama maupun tidak sesukuku.Aku belajar untuk memahami ,menghormati teman-temanku.Mendengarkan setiap curhatan mereka dan memberikan dukungan dan masukan kepada mereka adalah suatu bentuk cara untuk mengasihi teman-temanku.Aku senang bisa belajar banyak hal mengenai mereka tanpa mereka sadari.Menjadi pendengar jika mereka membutuhkanku adalah hal yang menyenangkan bagiku yang berarti mereka juga mengasihiku sebagai teman maupun keluarga mereka.
Banyak hal ataupun cara orang berpikir untuk apa mereka menjadi guru.Sejak awal aku memiliki juga sebuah prinsip untuk hidup jujur.Aku sangat beriman untuk hidup jujur.Caranya mulai dari hal yang terkecil yaitu aku memulai untuk tidak mengutip atau menyontek pada saat ujian.Bukan karena aku pintar,aku tahu kemampuanku terbatas dalam menangkap pelajaran,tidak seperti kedua adikku yang lebih mahir dalam pendidikan mereka.
Bagiku kuliah bukan hanya sekedar menambah ilmu,gelar,ataupun supaya mendapatkan nilai yang baik.Bagiku kuliah belajar banyak hal tentang karakter pribadi kita supaya semakin dewasa dan berwawasan serta bukan hanya sebagai pendidikan belaka juga nantinya sebagai seorang pendidik dan pemimpin yang bijaksana.
Aku hanya berpikir jika aku menyontek maka aku akan menuai juga hasil yang demikian.Aku ingin menjadi guru yang bukan hanya memberikan pelajaran-pelajaran lalu pulang.Tetapi aku ingin menanamkan seperti apa yang kudapatkan juga yaitu karakter jujur.Walaupun ini merupakan hal yang kuno bagi kebanyakan orang,tetapi aku tetap berharap dan beriman suatu saat aku juga akan melihat orang-orangnya yang kudidik memiliki karakter yang benar.
Sudah banyak orang yang rusak moralnya.Tidak ada cara lain selain dimulai dari diri kita sendiri.Untuk memulainya bukan hal yang gampang.Aku juga mendapatkan berbagai tantangan seperti terkadang aku merasa sedikit minder jika teman-temanku mendapatkan nilai yang bagus dengan cara yang curang dan terkadang juga aku harus mendapatkan sindiran.Bukan itu saja untuk mempertahankan tetap pada komitmen tidak menyontek adalah hal yang penuh perjuangan.
Bayangkan jika dalam satu kelas hanya diri kita sendiri yang tidak menyontek pada saat ujian dan yang lain menyontek padahal ketentuan ujian adalah tidak boleh menyontek.Tiba-tiba ada bisikan hati yang mengatakan tidak apa-apa tidak akan ada yang melihat dan ini semua demi nilai.Dan ini sering terlintas dipikiranku ,apakah aku tetap komitmen atau mungkin akan sama dengan banyak orang?
Jika hal ini mulai terlintas dipikiranku aku mulai mengingat bahwa perjuangan ini akan membuahkan hasil yang baik,memang terasa sangat berat tetapi tetap pada komitmen.Apa yang ditabur maka akan dituai pada akhirnya.
Tetapi itu semua,merupakan hal yang biasa sekarang bagiku karena aku sudah menghadapi hal ini dari SMP.
Hidup ini hanya satu kali ,aku ingin memberikan yang terbaik bagi Tuhan.Aku menjadi guru yang akan datang,itu semua juga aku serahkan dan hanya untuk memuliakan Tuhan buat profesiku.
Aku berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi orang tuaku.Orang tuaku tetap memberikan semangat saat aku mulai merasa gagal.Mereka selalu mendukungku untuk selalu berharap,beriman dan memiliki kasih dalam seluruh kegiatan yang kujalani.
Belajar Taat dan Percaya
 Subuh hari ,sekitar bulan Pebruari 2010,Orang tuaku membawaku ke rumah sakit Santa Maria.Sudah lima hari demam ku tidak turun dan dihari yang kelima aku tidak tahan lagi ,karena ulu hatiku sangat sakit.
Setelah dicek ternyata aku mengalami gejala DBD dan Tipus.Dan penyakit itu mengharuskanku untuk dirawat di rumah sakit.Ini bukan opname yang pertama kalinya bagiku,ini adalah opname yang kedua setelah aku pernah di opname sebelumnya di rumah sakit medan.
Aku bersyukur ini semua terjadi,tidak mengeluh atau mempersalahkan.Sebenarnya ini terjadi karena sudah beberapa bulan aku mengalami kelelahan disamping itu aku jarang minum dan kurang banyak makan karena kecapean,mengakibatkan tidak selera memakan apapun termasuk minum.
Aku sadar dalam hal ini aku kurang taat untuk menjaga kesehatanku.Melalui sakit ini aku belajar taat ,mulai dari hal yang terkecil misalnya taat makan obat yang diberikan oleh dokter walaupun itu terasa sangat tidak enak dilidah dan membuat perutku mual ,taat memakan bubur yang disediakan walaupun sebenarnya aku sudah sangat merasa kenyang dengan hanya melihat bubur tersebut.Taat minum air ,yang juga terkadang membuatku mual.Aku diajarkan taat untuk semua itu melalui peristiwa yang aku alami.
Aku juga belajar untuk percaya bahwa aku akan segera sehat dan aku sangat percaya dan beriman bahwa aku akan segera keluar dari Rumah Sakit Umum ini ,walaupun fasilitas yang diberikan vip tetapi tetap sama saja namanya di rumah sakit.
Tuhan menjawab doaku dengan hanya tiga hari di rawat,akhirnya aku dapat pulih dan boleh pulang ke rumah.Bukan sampai disitu saja aku dapat belajar untuk taat.Melalui setiap yang kuhadapi,aku belajar untuk taat dan percaya kepada Tuhan.
“Setiap yang kuhadapi baik itu kejadian yang baik ataupun tidak baik adalah sebuah tantangan bagiku untuk lebih dewasa lagi dan mengajarkanku untuk selalu bersyukur untuk semuanya”











No comments:

Post a Comment