Thursday, November 29, 2018

Ada apa di Jogja?

Akhirnya niat ke Jogja terealisasikan juga . Agustus, 17-19 2018 , artinya sekitar 4 bulan lalu berkesempatan kesana, sekalian mengunjungi si Yos, si adek yang lagi kuliah di sana.

Aroma Jogja terasa saat melintasi jalanan dari bandara adisucipo menuju ke kosannya di mangunraharjo , sleman.

Hari itu(hari pertama) juga bersiap siap untuk berwisata ke Borobudur dan Gereja Ayam Punthuk Setumbu.

Jarak tempuh dari Sleman ke Magelang Candi Borobudur 37km dan memakan waktu 1 jam-an untuk sampai disana. Ini sedikit sejarah candi Borobudur . Dari bentuk candinya kita pasti ingat pelajaran sejarah bahwa itu peninggalan kerajaan beragama Budha. Pembangunan candi Borobudur pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra. Candi ini dibangun oleh para pengikut agama Budha yang beragama Mahayana yang terjadi pada tahun sekitar 800 masehi.

Perjalanan cukup panjang gengs, naik motor siang2 dibonceng Yos , puji Tuhan untung jalanan tidak macet yaa. Dan semua lelah terbayarkan karena udah sampai disana.

Mungkin dikarenakan hari libur juga maka di kawasan Borobudur padat pengunjung , lain kali kalau kesana pas bukan momen liburan kali yaaa jadi tidak terlalu ramai dan syahduuu hahahaha. Kalau rame agak susah cari celah2 berfoto karena semua orang berebut di tempat tempat tertentu untuk foto wkwkwkwkw.

Apa aja yang bisa dilakukan di kawasan candi itu ? Nah menaiki candi sampai bagian atas stupa.




Karena udah sampai dibagian atas, kita bisa melihat pemandangan sekeliling candi yang menyejukkan mata. Angin sepoi2 menerjang rambut, terasa udara sejuk menusuk lembut di hidung hehehe. Harus bawa air mineral banyak , karena haus menaiki tangga2 candi , belum lagi agak tinggi2, tapi so far.. saya menikmatinyaaa.




Setelah 1 jam disana, berlanjut ke ke lokasi Gereja Ayam yang berada di bukit Rhema di daerah Setumbu, memakan wakti 15 menit-an dari kawasan Borobudur. Lokasi gerejanya jauh ternyata dari loket tiket, harus jalan  mendaki lagi keatas. Tapi ga papa, ada hiburan ketemu burung owl tercantik di tepi jalan mendaki, nah singgah bentar foto sama snow namanya. Harga tiket masuknya 15K , bisa foto sepuasnya dan nanti disuguhi singkong.

with snow


Disana ada banyak fasilitas, mulai dari toilet, cafe, ruang doa, sholat. Aku dan Yos masuk juga mengitari ruang disana dan ada lukisan2 tembok yang menginfokan bahwa disana juga tempat rehabilitasi penyandang cacat dan narkoba. Wah bagus yaaa.


Nah mau kepuncak bangunannya mesti antri dan menaiki 3 lantai lagi, tapi ga papa harus kesana dong..., pemandangannya indahhh apalagi pas di sore hari waktu itu terlihat langit2 berwarna merona, dengan angin yang lembut menyapu pipi2 dan rambut kami.




Bersyukur melihat keindahan ciptaan Tuhan dari atas bagunan ini sambil minum susu kopi.



Just info gengs,, penampakan bangunannya memang mirip seperti ayam yaa tapi itu sebenarnya dirancang bangunan yang berbentuk burung merpati. Kok aku tau? Karena ada tour guidenya yang menjelaskan tentang bangunan itu.

Nah, sedap ya. Kapan kapan kesana lagii deh, diwaktu yang tepat.


-karen-








No comments:

Post a Comment