Sunday, November 25, 2018

Read the Author not the book

Kali ini tertarik mengupas dari buku grace on leadership . Salah satu quotenya "Read the Author , not the book".Baca penulisnya dan bukan bukunya.
 
Semua orang bisa memiliki Alkitab, tapi tidak semua orang bisa membaca alkitab. Why??

Alright then cekidoooot.

Siapakah penulis 66 kitab dalam Alkitab? Kurang lebih 40 orang. Iya itu benar , mereka adalah penulis yang menuangkan wahyu dalam bentuk tulisan. Namun demikian semua tulisan itu diwahyukan oleh Satu Pribadi : Roh Kudus! Artiny meskipun 66 kitab ditulis oleh penulis dengan latarbelakang dan waktu yang berbeda beda, maka sebenarnya Alkitab hany berisikan satu topik saja, karena Roh Kudus hanya bersaksi tentang Yesus Kristus.

Yohanes 5:39-40 " Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu."

Alkitab tidak berisikan sesuatu (filsafat, nilai nilai moralitas atau bahkan filsafat) tetapi Seseorang. Alkitab adalah buku tentang Yesus Kristus saja. Jadi ketika kita membacanya dengungkan pertanyaan ini di dalam hati : dimana Yesusnya.....dimana Yesusnya.... 

Dalam Perjanjian Lama, Yesus "disembunyikan", entah dalam tipologi, metafora ataupun cerita. Sedangkan dalam Perjanjian Baru , Yesus sudah disingkapkan ( revealed).

Jadi aku pun belajar tidah harus membaca alkitb tetapi wajibb mengenal Kristus yang ditemukan dalam pendalaman Alkitab.

Jadi point pentingnya Firman Tuhan itu suatu Pribadi.

Yohanes 1:14 "Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."




Sumber : grace on leadership







No comments:

Post a Comment