Saturday, April 11, 2020

Tidak Kehilangan Makna

Ajarku berdiam dekat di hatiMu
Disaaatku berpaling temukan cintaMu
Disana Kau menanti tuk bawaku lagi
Bersekutu dalam damai yang sejati
OO Kudamba hadirMu
OO Inilah rinduku
Hidupku hanyalah untukMu
Segenap hatiku kagum 'kan kebaikanMu

Sepenggal lagu yang mengena di saat stay at home πŸ˜†πŸ˜†
Sudah 2 minggu eh apa 3 minggu yaa beribadah dirumah , tidak bertemu anak-anak sekolah minggu, teman setim pelayanan, teman-teman bahkan keluarga - keluarga lainnya yang setiap minggunya kita bisa melihat mereka. Eissss??? apakah karena ini saja.
Nah ini nih yang perlu diperbaiki, banyak hal pro atau kontra mengenai ini.

Tahun lalu 2019 , tepatnya juga di bulan april  dan diminggu-minggu paskah , aku juga tidak mengadiri acara paskah seperti yang teman-teman hadiri di tahun lalu , karena tepat diminggu itu aku harus merayakan good friday , passover  di rumah sakit dengan impus dan suntikan yang menyertainya. Maksudku aku lagi dirawat hehehe.
Apakah aku sedih waktu itu ???  Secara jasmani ya,, tapi aku mengalami sesuatu pengalaman yang belum pernah aku alami sebelumnya.
Setiap dua hari sekali waktu di rs , untuk mengecek peningkatan trombosit , darahku harus diambil untuk memastikan takaran obat seperti apa yang harus dimasukkan untuk meningkatkan trombosit. Ini tidak bisa di naikkan dengan donor darah karena darah dalam tubuhku tidak menyatu dengan darah yang akan kuterima .So , jalan satu-satunya hanya satu darah yang bisa membantu hehehehe.
Kok kayak jadi apa gitu yaa....

Hanya darah Yesus yang bisa satu-satunya jalan, kalaupun ada obat pengganti darah itu bersifat meningkatkan trombositnya agak lama (steroid kalau ga salah nama cairannya).
Malam kamis, kalau orang sebut kamis putih... darahku diambil untuk di cek, ya artinya di jumat adalah hasilnya hahahha.
Teringat kisah Yesus yang bersimbah darah untuk menyelamatkan kita , dan perlu diketahui darahNya tidak memilih kategori apakah aku sudah baik, sudah ini, itu dkk, dingatkan bahwa darah yang sama 2000 tahun lalu telah memberikan ku kesembuhan , dan aku yakin trombositku meningkat. Hari itu aku sangat tenang, bahkan tidak kelihatan seperti orang sakit. Pagi jumat, aku keluar dari kamar rs dan pergi membawa impusku keluar ,menentengnya dengan gagah hahaha .
Rasa-rasa mau jogging πŸ˜†πŸ˜... tapi apa daya , pak satpam bertanya, "apakah dia sudah sembuh , kelihatannya tidak sakit.?

Mama yang mendengar senyum, dan bilang dia memang ga sakit , cuman nginap beberapa hari aja untuk istirahat.

Apakah faktanya aku waktu itu sudah tahu bahwa trombositku sudah naik??

Belum.... karena hasil belum keluar.

Tapi kebenarannya adalah : " Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita ; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh."

Fakta di dunia ini bahkan fakta melalui kata-kata orang, ataupun pikiran kita sendiri tidak bisa disetarakan kebenaran janji yang Tuhan katakan dengan kita.

Aku tidak hanya mengalami penjara karena trombosit, aku mengalami yang namanya penjara kawatir, emosi yang ga stabil karena terkejut yang biasanya bisa lari kesana kemari, melakukan ini itu, apakah aku masih bisa melakukan aktivitas dengan kondisi seperti ini ?

Semua pada bingung jawab, tapi kebenaran FirTu menjawab :
" Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita , oleh karena Kristus telah mati untu kita, ketika kita masih berdosa."

"Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus , Tuhan kita , sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu."

aku didamaikan dari penjara kawatir, sehingga aku merasakan ketenangan yang bahkan mamaku sendiri merasakan ketenangan saat itu.

Dan kalian sudah pasti tahu hasilnya hahahha.
Yaa hasilnya trombositku meningkat.
Aku bukan lagi beribadah kesana yaa, tapi disana aku mengalami lebih dari sekedar ibadah. Ibadah yang berbeda dan berdampak. Aku tidak kehilangan makna good friday, bisa merasakan dalam tubuhku mengalir darah Yesus yang menguatkan, itu lebih dari sekedar perayaan.

Dan apakah harus tunggu masuk rs dulu bari mengalami hal yang demikian ?
 heheheh no.. setiap hari sebenarnya kita mengalami yang namanya good friday, kisah dimana Tuhan menebus hidup kita. Menebus dari rasa takut, malas,........ (silahkan disebutkan)
So kenapa ga kerasa ??

mungkin kita rasa kita adalah penggemar, penggemar yang hanya melihat dari orang orang sekitar, sungkan untuk terlibat, hanya tersepona dari kejauhan.
Kalupun mau buat keputusan , mari putuskan untuk menjadi pengikut , jangkauan penglihatan pengikut pastinya lebih besar dari penggemar. Kalupun belum hahahah, aku tetap mengasihimu karena Kristus saja segitunya mati buatmu.

Jadi kalau bisa dibilang ini adalah tahun kedua good friday april yang tidak bisa merayakan di gereja karena corona tapi  tidak kehilangan makna sesungguhnya karena Yesus bukan mati buat perayaan tapi buat kita yang dikasihinya, anak-anaknya yang terkasih. Bisa melakukan ibadah di rumah bersama keluarga, membuat terasa berbeda, anggap saja kita sekarang seperti lagi piknik atau liburan dirumah sambil mengambil waktu bersama.
not a fan.

Selamat mengalami dan memaknai kasih Tuhan yang tak terbatas.


Tuhan tidak hanya memberkatimu tetapi menjadikanmu berdampak.
Eimenn.



karen
stay at homeπŸ™‹

No comments:

Post a Comment