Wednesday, April 22, 2020

YUK semeja

Kali ini , pembahasan yang cukup serius tapi menarik mengenai tentang meja dan makan.😊😊
"Eh kak aku biasa makan ga pake meja tapi melantai"
"aku sih biasanya langsung berdiri aja comot makanan" wkwkkwkw (mungkin ada yang bilang gitu)
"aku ga perlu meja utk makan , aku hanya perlu kamuuu(uhuiiii, lope lope...)

Apapun meja dan makananya, ada sebuah pengertian yang sangat luarbiasa mengenai ini. Kita bisa mengatur pola makan dengan memakan sesuai diet dan kalorinya, tetapi belum tentu membuat kita sehat berkepanjangan, karena ada waktunya kita ingin makan yang lain yang lebih menantang seperti cemilan,mi instant, ciki2(banyak merek), es krim, dkk. Eiss tapi aku bukan bilang ga boleh makan sehat yaa, tetap makan sehat. 

Nah tetapi ada namanya makanan semeja dengan Tuhan yang membuat kita sehat mengingatkan kita akan kebaikanNya, bukan sekedar itu tetapi obat kesembuhan dalam hidup kita. 
Apa itu ? Kok bisa semeja? Tuhan kan disorga.....😅😅😅
Ok baca terusss... jangan ketinggalan sampai disituu...
Ginting bersaudara


Apa yang kumaksudkan tadi itu adalah perjamuan kudus.Mungkin pada kira, perjamuan kan hanya di gereja aja, pas minggu ke 2, kita mah ga kudus melakukan perjamuan, heloooowww????

Tahukah kamu ?? gereja mula-mula sangat mengerti betapa berkuasanya perjamuan kudus. Mereka tidak hanya mengambil bagian dalamnya hanya sesekali saja
Alkitab memberitahu kita bahwa mereka memecahkan roti "dirumah masing-masing secara bergilir " - kis 2: 46- . Ketika mereka bertemu di hari minggu, alasan utamanya bukanlah untuk mendengarkan kotbah dan pengajaran saja . "Pada hari pertama dalam minggu itu....kami berkumpul untuk memecah- mecahkan roti."kis 20:7.
Meskipun rasul Paulus adalah pembicara tamu pada akhir pekan itu, alasan utama mereka berkumpul adalah untuk semeja dan makan yaitu untuk memecahkan roti. S
Hmmm seandainya saja orang-orang hari ini tahu betapa besar kuasa yang ada dalam Perjamuan Tuhan, mereka akan menjadi seperti gereja mula-mula, mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan sesering mungkin dan menerima sebanyak mungkin semua manfaatNya.

Mari kita selalu memeriksa diri kita, bukan karena dosa-dosa kita (karena dosa-dosa kita telah dibasuh oleh darah Yesus) , tetapi untuk memastikan kita mengambil bagian dengan sikap layak terhadap perjamuan Tuhan, dengan pewahyuan tentang pekerjaanNya yang sudah selesai .(dikutip dari Eat your way to life and health)

Ketika seorang perempuan non Yahudi datang kepada Tuhan Yesus untuk mencari kesembuhan bagi anak perempuannya yang kerasukan roh jahat, Ia menyebut kesembuhan sebagai "roti yang disediakan bagi anak-anak". Lalu apa yang wanita itu katakan kepada Dia ? " Hai ibu, besar imanmu,maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh- matius 15:22-28-

Menurut kalian dan aku, roti yang disediakan bagi anak-anak yang diletakkan di "meja tuannya" menggambarkan apa?? Perjamuan Kudus!!
Kita duduk di meja Tuan karena kita adalah anak-anak Allah yang Mahatinggi, dan kita mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan dengan cuma-cuma. Kalau "remah-remah" yang jatuh dari meja pun bisa menyembuhkan anak wanita tsb, betapa jauh lebih banyak kesembuhan dan kehidupan yg kita terima.

Perjamuan bukanlah sesuatu yang hanya sesekali yang kami lakukan di rumah, tetapi setiap hari mengambil perjamuan mengingatkan akan kemurahan Tuhan sehingga tidak hanya kesehatan yang kuperoleh tetapi kekuatan dan banyak hal yang membuatku tetap produktif.

Menarik yaa tentang meja ini, dulu setiap kali aku membaca kisah ttg wanita itu yang di meja tuannya, aku penasaran kenapa Yesus mengibaratkan tentang makan roti yang berhub dengan kesembuhan anaknya yang kerasukan. Ternyata Yesus menggambarkan tentang perjamuan Kudus.

Opppsss ada satu lagi :

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,
aku tidak takut bahaya,
sebab Engkau besertaku;
gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku;
Engkau mempersiapkan meja bagiku, di hadapan lawanku;
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikut aku, 
seumur hidupku;
dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. 
Maz 23:4-6

Tuhan mempersiapkan meja bagi kita dihadapan musuh-musuh.Rasul Paulus menyebut perjambuan k ada udus sebagai "meja Tuhan"- 1 kor 10:21.
So sekalipun rasa sakit ada di tubuh kita , Tuhan ingin kita datang ke mejaNya dan makan. Makan semua yang telah Tuhan Yesus lakukan bagi kita di kayu salib dengan mengambil bagian dalam perjamuan kudus. Kalau dirumah tidak ada roti bundar dan anggur, perjamuan kudus dengan pengganti roti jenis lain dan bisa dengan sirup, so ini bukanlah hal yang sulit kita lakukan, ini adalah kesempatan yang istimewa yang Tuhan kasih ke kita untuk se-meja denganNya.




Blessed u.



Ingat makan dan cuci tangan, stay health!!😆😆


-karen, joseph prince (eat your way to life and health)












No comments:

Post a Comment