Friday, May 8, 2020

Perbudakan menolak kelemahan

Keinginan untuk menjadi yang paling baik diantara yang lain, terlihat sempurna tanpa cacat hehehe adalah keinginan setiap manusia. Eh?? aku ngak kok.
 Apa iya ?
"Pakaian ini udah pas ga ya , kok beda kalau dia yang pakai?"
"jam tangannya keren banget, aku besok pasti bisa beli yang lebih bagus."
"Wuii langsing banget, nah aku gendut."
"yang kuucapkan tadi udah perfect ga ya, bisa keterima ga ya."
"aku kok begini2 aja sih, dia enak banget dapat kerjaan bergaji mahal ."
"potongan rambut ini udah kayak personel blackpink ga ya eh maksudku warna catnya"(hahahah)
"aduhh mukanya bersih amat, kok di mukaku ada jerawat sih."

Secara ga sadar pemikiran spontan seperti itu ga bisa kita kendalikan, sehingga kita seperti menuruti dan mencoba selalu ingin lebih yang ujungnya merasa insecure (tidak aman), mulai diperbudak secara emosional dan kepikiran.
.
Tidak mudah memang menerima keadaan kalau dalam situasi kurang dari orang lain, bukan hanya kurang pendapatan tetapi juga hal seperti merasa kurang di fisik, kepintaran, jabatan, status.

WHY ?
Kita dari kecil belajar bahwa kita perlu menunjukkan kekuatan kita dan menyembunyikan kelemahan kita, kalau ketahuan lemah , yang muncul dalam pikiran kita adalah orang akan mengangap kita tidak berharga dan kita akan dijauhi. Kita mulai tidak menerima keterbatasan kita, kita malu dengan keterbatasan kita, sehingga kita sering menolak untuk menerimanya. Dan akhirnya kita merasa insecure, membuat berbagai hal supaya merasa diterima. Mau seperti apa latarbelakang orangnya selalu ingin dihargai dengan telihat kekuatan dari pada dirinya.

Aku ingat sewaktu SMP Kelas 3 adalah posisi paling bahagia menurut kebanyakan orang , karena masa-masa remaja yang penuh cerita eeakkk and then akan masuk SMA dan wuiiih tambah keren yaa, udah dianggap mau dewasa wkwkkw padahal ya you knowlah... itu titik pencarian jatidiri. Tetapi saat smp itu dengan segala kekurangan hahahaa... berjerawat, kurus , pendek,  rambut agak tebal ikal terlihat sempurnalah . Yang cuantik-cuantik banyak dikelas sungguh sempurna tak terkatakan berada diantara mereka wkwkkwkw. Hal ini membuat emosionalku terbakar menjadi pemalu, takut ingin bertemu banyak orang karena aku takut ditanyai kenapa dengan wajahmu? atau pertanyaan lainnya yang bakalan membuat ku terlihat lemah.

Dan lebih anehnya secara ga sadar mulai mengindari keramaian, menjauh karena perasaan insecure.

Mengalami seperti itu pasti sedikit atau banyak merasa lelah.
Pernah mengalaminya ? ahhaha mungkin kamu dalam kisah yang berbeda .

Kita mungkin pernah berada dalam situasi seperti itu , dan kita tidak bisa langsung membalikkan semua keadaan seperti film2 superhero , namun kita bisa menjadi agen2 perubahan dari mental perbudakan. 
Jika belum pasti, ya akan tiba saatnya.

Jika pernah, itu mungkin pengalaman paling menyakitkan. Tapi situasi tersebut memiliki potensi terbesar untuk merasakan siraman sentuhan kebaikan Tuhan. Mengapa ? Karena kita bisa menerima kemurahan Tuhan hanya sejauh kita mengakui kebutuhan kita akan kemurahaNya (Kasih karuniaNya).

Kita hidup dalam budaya yang merayakan kekuatan dan mengutuk , menyembunyikan kelemahan , tapi ini kabar baiknya , kamu sangat istimewa dalam pandangan Tuhan, kamu diciptakan Tuhan memiliki tujuan mulia, dan sang Creator itu  memampukan kita untuk menerima dan merayakan kelemahan kita . 
Menyadari Sang Creator mengatakan kita berharga adalah obat yang paling ampuh menyembuhkan rasa "sakit" terhadap kelemahan.

Jadi kalau begini : 
" Wahh, Karen kamu gendut sekali?"
Aku senyum dengan lepas(ketawa lebar ) dan menjawab makasih yaaa.

Tahu apa sambungannya " tapi gendut ini membuatmu lebih cantik ." eakkkkk 
Cantik menurut manusia bisa berubah tapi menyadari kebaikan Tuhan atas hidup kita tak pernah berubah Dia tetap mengatakan " Kau anak yang berharga di mataKu."



Untuk tahu bahwa kita berharga membutuhkan waktu yang singkat tapi pilihkan untuk setuju dengan perkataan Tuhan. Yes, amenn!!

Kelemahanmu bukan ketiadaan kasih Tuhan, tapi kesempatan kita paling besar untuk mengalami kuasa pekerjaan Tuhan dalam hidup.

Ketika aku bisa menemukan wilayah-wilayah kelemahanku , maka aku tidak sungkan untuk meminta pertolongan Tuhan , maka damaiNya dan perasaan secure kasihNya berlimpah.



See u.
God bless and continue to be a blessing.








Karen, Kyle Idleman









No comments:

Post a Comment