Monday, May 25, 2020

Sekalipun.....

haiii ...
apakabar?

Sudah 2 bulan stay at home, ada juga yang kerja dari rumah , bahkan hangout lewat vidcall, zoom, ig dan fasilitas lain tentunya yang memakan kuota ehhehe.
Berbagai keadaan yang berbeda kita hadapin saat-saat ini, berbagai rasa .  Sekalipun dalam rasa kekawatiran dan ketakutan , tidak berarti ketiadaan kehadiran Tuhan.

Teringat beberapa minggu terakhir sampai hari ini pun mengenai kisah Mazmur 23:1-6,
dan tentunya ada sebuah lirik lagu yang pernah kita dengar :

sekalipun kuberjalan
dalam lembah kekelaman
Kau besertaku
sekalipun hidup tak menentu
hanya Engkau kepastian bagiku
Tuhan yang bersama kami
berjalan bersama kami
kutak takut kutak gentar
tanganMU yang pegang hiduku


Tuhan adalah Sang gembala yang baik yang menuntun , membaringkan di padang yang berumput hijau.
Dia berjanji bahwa Dia bukan hanya gembala yang baik disaat keadaaan yang baik tetapi Dia juga gembala yang akan menuntun kita di lembah kekelaman.
Lembah kekelaman berbicara tentang masalah, kondisi yang tidak baik, tantangan diluar sana yang pastinya akan dihadapi dan dialami siapapun rakyat di bumi ini.

Sangat mudah bersukacita saat kita mengalami hal yang baik, tanpa disuruh secara otomatis rasa dan tindakan kita pasti bergembira, namun bagaimana saat semuanya tidak berjalan dengan lancar, tidak dalam situasi yang baik, tidak seperti yang direncanakan, harapan akan suatu hal yang sudah kita set menjadi pudar, bahkan orang yang tadinya menjadi teman cerita kita tiba-tiba menghilang seperti seakan kita ditinggalkan , bahkan catatan kesehatan kitab menurun. Apakah masih ada secercah sukacita???

Barisan pemazmur dari mazmur 23:4 menyirami kita dengan janji yang pasti " Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya , sebab Engkau besertaku, gada-Mu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku."

Sekalipun aku kawatir akan hal yang terjadi esok , Tuhan janji tidak meninggalkan aku.
Sekalipun aku dilupakan orang, aku percaya Tuhan selalu mengingatku .
Sekalipun aku menghadapi masalah yang belum ada jalan keluarnya, aku percaya tangan Tuhan menopangku.
Sekalipun aku belum ada pekerjaan,aku percaya Kreatifitas Tuhan menyertaiku.
Sekalipun ...........( silahkan ditambahkan) , aku percaya Tuhan besertaku.

Dibalik sekalipun itu ada gada dan tongkat Tuhan yang menghibur.
Aku pernah berfikir bagaimana gada dan tongkat itu bisa menghibur, bagiku dulu sesuatu yang menghibur adalah hal yang bisa aku raih dan capai . Namun itu ternyata hanya bersifat sementara.
berikut dikutip dari www.sarapanpagi.org "Gada " (tongkat besi) adalah senjata pertahanan atau disiplin, gada melambangkan kekuatan, kuasa, dan wibawa Allah. Tongkat (tongkat dari kayu/ ranting pohon yang ramping panjang yang salah satu ujungnya melengkung yang biasanya dbawa para gembala), tongkat ini dipakai untuk mendekatkan domba-domba dengan gembalanya, menuntunnya pada jalan yang benar atau menyelamatkannya dari kesulitan.
Gada dalam ayat ini menunjukkan suatu jaminan bahwa Allah menjamin umatnya dalam kasih dengan kekuatanNya yang menghalau bahaya dan Tongkat adalah lambang dari bimbingan Allah dalam kehidupan kita.

Jadi saat sekalipun......................, tidah hanya penyertaan Tuhan yang ada, jaminan kasihNya dan bimbinganNya pasti buat kita.

"Hadirnya badai bukanlah tanda tiada Tuhan"
"Disaat badai pun, Yesus ada. Adanya badai dihidup kita menjadi momen & kesempatan terbaik untuk Tuhan menunjukkan kesetiaanNya kepada kita dengan cara apapun" - ps raguel lewi-


no matter how you feel, God never leaves you

Mari beristirahatlah dalam Tuhan , jadikan Tuhan sandaran dalam hidup kita, jadikan Tuhan alasan dan ujung dari segalanya, bukan pengalaman yang bikin kita kuat tetapi fokus kita kepada Tuhan. Tuhan selalu bekerja dan kehendakNya jadi.
Tuhan ini aku, sekalipun aku takut , tetapi aku mau belajar percaya.



blessed u all.

selamat makan siang!!!!

-karen-








No comments:

Post a Comment