Tuesday, July 21, 2020

Berapa Banyak Like-mu?

Haiii apakabar ??

Berapa banyak like postingan instajram-mu? atau berapa banyak like youtubemu? atau berapa banyak like facebookmu (yang masih pakai fb ☺☺ )
Hihihi ini pasti tidak asing lagi di telinga kita yaa.
Masa kini semua orang berlomba untuk mendapatkan like yang banyak dari berbagai media sosial yang kita miliki. Rasa kebahagiaan dihati jika mendapatkan banyak like dan mungkin saja bisa sampe teringiang-ngiang ga bisa bikin tidur hehehe, lebayyys.

Ya tapi itulah yang hari-hari ini terjadi, apakah aku mengalaminya ? tentunya ya, pasti setiap postingan yang kita buat kita pengen tahu balikan yang kita dapatkan berupa berapa yang view atau like. 

Nah ditambah lagi selama masa sekarang, dimana-mana semua menggunakan media sosial krn harus beraktivitas yang banyakan di rumah, dan tak banyak juga untuk mendapatkan simpati dan pengakuan dari sesama pengguna medsos. Apakah itu baik?
Nah baik atau tidaknya tergantung dari hatimu dan tujuanmu saat mempostingnya? iiiiih kok jadi ribet yak ? hehehehe, ya tapi itulah jika kamu lebih melihat jauh kedepan.
Apa motivasimu ?
Ya kalau motivasimu ingin memotivasi orang lain, ingin menawarkan produk , ingin membangun orang, ingin membantu orang lewat kata-katamu , ya baguss.
Nah kalau ingin menyindir, atau mengusik kehidupan orang lain ya mungkin dipikir baik-baik yaa , karena saya yakin kamu pasti tahu itu tidak bermanfaat.

Tapi ingat , banyaknya like di medsosmu bukan menentukan nilaimu. Kamu bisa kecewa bahkan ga bisa tidur jika berekspetasi akan banyak like yang kudapatkan jika aku menunjukkan foto ini atau itu.
Karena kita bernilai bukan apa yang kita posting , atau banyaknya like dari postingan itu tetapi kita bernilai karena apa yang Bapa kerjakan dan berikan dalam hidupmu.

Tanpa like dari orangpun kamu sudah ter-like  pake banget oleh Tuhan ditambah dengan emot senyumanNya yang bercahaya buatmu ☺☺☺, mau itu kamu posting kisah burukmu ke Dia, atau kisah lainnya yang dimata dunia ga keren dan ga bagus. BagiNya , kamu lebih dari postingan karena Dia mati buat mu bukan buat postingan atau hal hal yang kamu anggap membuat nilaimu tambah lewat like itu.

Like orang tidak bisa mengontrol hatimu tetapi kamu sangat bisa mengontrol hatimu untuk tetap netral dan mungkin saat kamu lihat wahhh dia (teman dekatmu, atau sahabtmu sekalipun, atau orang yang kau kasihi) tidak me-like postinganmu. Belajar untuk tidak kecewa karena bisa saja dia tidak me-like bukan karena dia ga suka samamu, atau benci samamu , ya bisa aja itu karena sesimpel dia ga pengen like atau mungkin karena dia ga juga suka sama dirinya sendiri jadi enggan menekan klik like.

Kamu buka chatime atau minuman koi yang disukai banyak orang  dan menyenangkan banyak orang sehingga di like berkali-kali. Tidak semua orang bisa menerimamu , ya bukan karena kenapa-kenapa ya karena itulah hidup di dunia ini.

Sering kali beberapa orang ga like punyamu karena mungkin kamu perwujudan kehidupan yang mereka inginkan untuk terjadi dalam hidupnya.

Blog yang kutulis disini, yang udah jarang diminati orang wkwkwk , sebenarnya bisa melihat berapa banyak yang view tulisanku, ga ada likenya hehehe kecuali kalau aku share ke fb ya ada yang like itupun di fb ehehhe. Apakah aku bersedih karena udah capek-capek nulis tapi ga di like ? hehehe mungkin 9 tahun lalu ada rasa itu bahkan terkadang muncul2 juga rasa itu tapi ya itu ga bisa menguasaiku. Karena sekarang aku tahu tujuanku untuk post tulisan di blog ini untuk menjadi berkat lewat tulisan dan  lewat semua sumber buku yang kubaca. Ya kalau ditanya, aku sekarang senang saja menulis, selain senang , ini juga sarana membantuku untuk lebih meningkatkan kapasitas bahasa dalam menulis karena aku juga masih terus belajar hehehe.
Jadi yang namanya apakah dilike orang ga nanti tulisanku? wkwkkw itu bukan sesuatu yang kunantikan lagi wkwkwk. Yaa terus aja menulis.


Seberapa like di medsos tidak menentukan siapa dirimu karena nilaimu ditentukan dari kasih Tuhan bagimu (ingat ini isi blog sebelumnya : 1 pet 1:18-19 --- keberhargaan atau nilai diri kita diberikan oleh Bapa di sorga), sebelum kamu mencoba untuk mencari tahunya , dan caramu melihat dirimu akan mempengaruhi caramu menghargai dirimu sendiri. Kalau mengharapkan keberhargaan dirimu dari like medsosmu, itu akan membuatmu kecewa pada akhirnya jika tidak sesuai ekspetasimu.

Kita perlu memiliki pengertian yang benar tentang nilai diri kita yang diberikan Tuhan sehingga tidak mengharapkan nilai-nilai lain  dari like yang membuatmu bahagia sementara.





Blessed u.
-karen-


No comments:

Post a Comment