Friday, July 17, 2020

Tanyakanlah sebuah pertanyaan

Ca : " Kak Karen, kok mulut kk kecil ?
Karen : hahahaha (ini pertanyaannya yang ditanyakan seorang anak sekolah minggu yang tidak ada kaitannya sama latihan waktu rekaman untuk vidio sekolah minggu waktu itu, padahal waktu itu kami lagi latihan gerakan, entah kenapa dia bertanya gitu hihihi) habis itu pas dirumah ku cek di kaca, iya juga yaa wkwkwkw.

Mungkin karena mukaku agak bulat dan cabi,. jadi ga seimbang dilihatnya kenapa mulutku kecil wkwkwkkw. Namanya juga anak-anak yaa, pasti menanyakan hal yang belum tentu dipikirkan orang dewasa. Baru dia kurasa yang bilang gitu selama ini, dan aku aja ga menyadarinya.

Untung dia ga tanya "apakah makanan berukuran besar bisa masuk ?"

hahahaha, puji Tuhannya ga ditanya itu.

kalau  misalnya ditanya, ya kujawab tentu saja bisa masuk karena mulutku agak berbeda, elastis kalau ada makanan wkwkkww.


Namun aku waktu itu jawab dengan senyum wkwkwkw, krn sejujurnya bingung mau jawab apa yang pas dan dia bisa ngerti ,yaa padahal kan jawabannya ya karena itu ciptaan Tuhan, dan dia pasti mengerti.

Nah setelah itu si adik tadi lanjut gerak-gerak, dan sebenarnya dia ga butuh jawaban yang penting  baginya , dia udah mencurahkan apa yang ingin ditanyakan.

Apakah kamu punya pertanyaan seputar kehidupanmu ? tentang sesuatu yang kamu butuh jawabnnya ?

Ya jangan sungkan coba utarakan dan tanyakan kepada Tuhan lewat doa.
Sesimpel anak tadi bertanya kenapa mulutku kecil.

Saat bertanya pasti kita mengharapkan jawaban.
Jawaban bisa ditemukan dari pembacaan firman Tuhan, dari orang sekitarmu,. dari sharing atau kotbah yang kita dengar, atau dari kakak pembimbing rohanimu.

Suatu ketika di tiga bulan lalu aku memunculkan sebuah  pertanyaan tentunya tidak secara baku dalam doa, ya sekedar bertanya sambil mengarahkan mataku kelangit-langit rumah "apakah aku akan mendapat pekerjaan lagi ?" 

Ini dia jawabannya : 
"TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang, Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena namaNya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku, gadaMu dan tongkatMu , itulah yang menghibur aku.

Tidak hanya sekali melalui kotbah yang secara spontan diberitakan para pengkotbah, namun beberapa kali para pengkotbah , dan juga di buku yang kubaca, aku ga menyadari mereka mencantumkan ayat itu, dan itu tidak hanya di satu buku saja, tapi beberapa buku dan lewat sebuah lagu juga.

Apakah itu menjawab ?
awalnya aku pikir jawabannya mungkin saja langsung ada telpon berdering " ya dengan mba relysa, hari ini anda akan diinterview bla bla...."
 hehehe tapi aku menyadari jawaban Tuhan melalui firmanNya lebih dari jawaban yang kuminta. Dia membantuku mengubah fokusku yang awalnya mungkin kepikiran(masa iya kepikiran, ya tentu aku juga manusia wkwkwkwk) menjadi mengingatkan bahwa Dia adalah gembala yang baik, dan aku takkan kekurangan apapun.

Kalau dipikir-pikir di sekolah dulu, jika kita tidak mengerti , ada keinginan untuk bertanya sama bu guru, wkwkw walau terkadang dulu aku salah satu yang paling pendiam, ga mau tanya apapun wkkwk karena takut .

Puji Tuhannya, firTu mengatakan " di dalam kasih tidak ada ketakutan".
Jadi tanyakanlah kepada Sang Kasih itu, Dia bukan seperti : mungkin guru yang killer atau teman-teman kita yang mungkin pada akhirnya mencemooh kita karena pertanyaan kita yang kurang bagus .


Kalau bertanya ke sodara atau org terdekat atau teman boleh ?
Ya boleh saja.
Namun akan berbeda jika kita langsung bertanya lewat doa dan lewat pembacaan firTu, krn kita langsung bertanya ke Sang Pencipta semua yang ada.


Apakah hari ini ajakanku terlalu rohani ?
Hehehehe, selamat mencoba.



Tuhan memberkati dan terus menjadi berkat.


-karen-








No comments:

Post a Comment