Wednesday, July 21, 2021

Rasa Aman

Di dunia ini ada yang selalu kita cari dari orang lain, tempat, bahkan benda saat kita bertemu, berelasi, bahkan berbisnis, ataupun mengunakan sesuatu untuk memberikan .....yaitu rasa aman. 

Ingin membangun rumah, pasti mencari posisi yang aman paling aman (ya wajar sih tapi kalau berlebihan dan menjurus kearah ketakutan ini dan itu....hmmm), ingin gotong royong memilih untuk bagian yang aman tidak perlu capekkan badan (menjurus ke malas ).

Ingin pacaran maka cari pacar/pasangan yang bisa dipantau dan dihubungi setiap waktu, kalau perlu tahu segala jam dia kemana dan pergi sama siapa hehehehe kalau ada yang begini kelewatan banget yaa krn kamu atau pacarmu bukan Tuhan. 

Ingin berbisnis cari rekan yang bisa diolah biar ga keluarin banyak modal dan aman deh kelangsungan. 

Ingin pelayanan, cari bagian yang tidak perlu repot-repot yang penting dikenal jemaat rajin melayani dan ibadah, kalau bisa tolak halus segala tugas yang repot dari pembina/pembimbing (hahahaha, ngeri!!!).

Kalau boleh jujur mencari rasa aman secara berlebihan dari seseorang, benda ini menjurus kearah bahwa kita sedang mengkhawatirkan sesuatu, atau rasa takut dan pada akhirnya kita akan menemukan kekecewaan dan ketidakpuasan.

Kalau mau diperdalam lagi, mencari dan menggantungkan rasa aman dar yang lain selain Tuhan bisa menjadi berhala di hati kita. Berhala adalah sesuatu yang kita kejar dan untuknya kita berkorban. 

Wah aku gak ngerti Ren maksud kamu......

Ok, misalnya kamu memilih pacar kamu sebagai rasa amanmu (tidak dikata jomblo lagi, status saya meningkat dari teman-teman lain, bisa dibawa jalan-jalan, bisa jadi tempat bergantung banyak hal, tempat bermanja-manja, bahkan kamu akan aman jika pacarmu harus selalu telepon dan mengabarkan posisi ) dan  untuk ini kamu bahkan bersedia mengabaikan keluarga, teman, dan memilihnya bahkan mengutamakan kepentingannya lebih daripada Tuhan, maka itu penyembahan berhala, kamu sedang menjadikan pasanganmu tuhan yang bisa mengikuti dan memuaskan hatimu.

Segala sesuatu bisa menjadi sebuah berhala, ketika hal itu menjadi pengganti terhadap Allah dalam hidup kita. Apapun yang berubah dan menjadi tujuan atau kekuatan pendorong dalam hidup memiliki kemungkinan besar untuk menjadi tindakan penyembahan berhala pada titik tertentu.

Mungkin ketika aku mengatakan ini, tidak menutup kemungkinan ada yang gumam (ahh ini hanya pendapatmu saja Ren, aku ga mungkin gitu. 

Saat itu terucap, maka ini adalah langkah awal bagimu untuk memikirkan ulang kembali. Tuhan sangat mengasihimu dan Dia satu-satunya rasa aman kita. Dia satu-satunya yang mampu menolong kita, mengarahkan kita, memuaskan kita, dan menyelamatkan kita.

IA  selalu merasa aman berada di dekat kita, hanya saja kita yang suka cari rasa aman sana sini. Untuk membuat kita merasa aman, Dia telah mengalami dikecewakan, diabaikan, ditolak bahkan secara kejam. Ini adalah Allah yang tidak pernah menyerah untuk memenangkan hati kita. Tidak pernah.

Seperti kitab mazmur berkata :

Mazmur (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 

Rasa aman kita hanya ditemukan dari Tuhan karena untuk memberikan rasa aman itu Dia mengutus anakNya untuk membuktikan secara real kepada kita arti sesungguhnya kehadiranNya yang bersama dengan kita sehingga kita dapat mengerti, merasakan, dan mengalami rasa itu hanya di dalam Tuhan.

Ada jaminan keselamatan dan keamanan di dalam Kristus Yesus , Tuhan kita.

Selamat mengalami kasih Tuhan hari demi hari.

-Karen, Kyle idleman -gods at war-

No comments:

Post a Comment